Firdaus Komar Kukuhkan Anggota PWI Muratara

Ketua PWI Sumsel, Firdaus Komar memberikan bendera PWI tanda dikukuhkannya Pengurus dan Anggota PWI Muratara, Jum'at (11/09). (Foto:02ZM)

MURATARA, SP - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Selatan Melakukan Pengukuhan Pengurus dan Anggota PWI Musi Rawas Utara (Muratara) di Gedung BKD Seketariat Daerah Kabupaten Muratara, Jumat (11/09).

Ketua PWI Provinsi Sumatra Selatan Firdaus Komar mengatakan, banyak yang ingin ikut organisasi tetapi banyak tidak mau mengikuti aturan yang ada di organisasi tersebut , ketika kita ingin menjadi anggota organisasi maka  kita harus mengikuti aturan di organisasi tersebut.

"Suatu  organisasi  dibutuhkan suatu kebersamaan sehinga cita - cita organisasi tersebut bisa tercapai sesuai dengan, tema  ikut membangun  Muratara  anti Hoax," Ungkap Firdaus.

Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) HM Syarif Hidayat, melalui Asisten Tapem Sekda Ir Susyanto Tunut, mengucapkan permohonan maaf karena tidak bisa hadirnya bupati Muratara namun telah memberi kepercayaan itu kepadanya untuk menghadiri acara pengukuhan PWI Muratara.

"saya sejak SMA memang sudah mendarah daging sangat hobi menulis, tak cuma hobi menulis ia juga mengatakan bahwa dirinya pernah mendirikan tabloid sebelum menjadi ASN,"ujarnya.

Sementara itu, s
ekretaris PWI Muratara Zulkarnaen yang juga wartawan Sumatra Ekspres selaku ketua pelaksana mengatakan jumlah anggota yang tergabung di organisasi profesi  PWI Muratara berjumlah 35 orang sedangkan yang mengikuti pengukuhan berjumlah 20 orang karena mereka yang telah mengikuti orentasi.

"Yang sesuai dengan PDRT dan ADRT Organisasi PWI, bukan anggota yang tidak ikut pengukuhan hari ini mereka tidak Anggota PWI Muratara hanya saja mereka belum mengikuti orentasi sehinga mereka tidak bisa mengikuti acara pengukuhan acara hari ini,"ujarnya.

Zulkarnaen, berharap kepada insan Pers dan Anggota PWI untuk ikut serta dalam membangun kabupaten Muratara
.

"Kami mempersilakan teman - teman membuat berita dari yang menurut kalian layak menjadi berita, tetapi tetap menjaga kode etik  berita harus di kompirmasi cek kebenaran karena kesalamatan kalian ada di tangan teman - teman sendiri." Tutupnya. (02ZM)

Powered by Blogger.