Dinsos Akui Kewalahan Tertibkan Pengemis

- Minim Anggaran

Kepala Dinsos Kota Palembang, Heri Aprian, (foto/net)

PALEMBANG, SP -  Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palembang mengaku cukup kewalahan menertibkan pengemis yang menjamur id kota Palembang.


Tak hanya itu, minimnya anggaran menjadikan proses penjaringan pengemis tidak bisa berjalan dengan maksimal.

Saat ini beragam modus baru yang dilakukan pengemis di Palembang seperti menjadi badut hingga menjadi manusia silver. 


Sejumlah titik rawan pengemis ini biasanya berada di kawsan Simpang DPRD Sumsel, Simpang Cahritas, Simpang Polda dan persimpangan lainnya.


Kepala Dinsos Kota Palembang, Heri Aprian  mengatakan, minimnya anggaran penjaringan tersebut dampak adanya recofusing untuk Covid-19. 


Sementara itu, sejak pandemi, para pengemis dinilai makin menjamur I Kota Palembang dengan berbagai modus baru.


"Kami terkedala anggaran untuk penjaringan ini. Tapi sejauh ini kami upayakan untuk tetap melakukan penjaringan," kata Heri Aprian, Rabu (9/9/2020).


Dijelaskannya, menjamurnya pengemis tersebut dinilai dampak belum ada tindakan tegas dari pemerintah dan aparat bagi pemeri sedekah. 


Sehingga pengemis merasa yang dilakukannya menghasilkan pundi-pundi rupiah yang menjanjikan rasa empati dari masyarakat agar memberikan uangnya.


"Aturan sanksi bagi pemberi belum dilaksanakan karena belum dilaksanakannya kerjasama dengan pengadilan untuk tipiring (tindak pidana ringan) ini, sekarang masih imbauan saja," katanya.


Heri mengatakan, sejauh ini telah disiapkan sanksi dalam peraturan daerah bagi pemberi berupa kurungan 3 bulan dan atau denda Rp50 juta. 


Hanya saja, ungkapnya, hingga saat ini sanksi tersebut belum berjalan sehingga masyarakat tetap memberi hingga memanjakan para peminta-minta.


"Sebaiknya memberi sedekah ke tempat resmi seperti panti asuhan, rumah zakat," katanya.


Menurutnya, cara yang paling efektif yakni peran masyarakat dengan tidak memberi pengemis atau peminta di jalan apapun jenis motifnya. 


"Kalau mereka diberi, maka akan betah. Bayangkan saja kalau dalam sehari mereka dapat Rp100 ribu ini akan menjadi pekerjaan mereka," katanya.


Peningkatan jumlah pengemis atau peminta ini, lanjutnya. Karena banyak juga eksodus dari luar kota sampai ke luar daerah sumatera. 


"Palembang ini magnet bagi warga pendatang seperti ini ada yang dari daerah sekitar kita ini, seperti Banyuasin, OI, dan lainnya. Ada juga yang dari luar provinsi," katanya. (Ara)

Powered by Blogger.