52.494 KK Terima 15 Kg Beras Selama Tiga Bulan

- Agustus Hingga Oktober 

Ilustrasi, (foto/net)

PALEMBANG, SP
– Sebanyak 52.494 kepala keluarga (KK) penerima Program Keluarga Harapan (PKH) bakal menerima beras seberat 15 kilogram selama tiag bulan.


Sekretaris Daerah Kota Palembang, Ratu Dewa mengatakan, pembagian beras tersebut merupakan bantuan bagi masyarakat terdampak Covid-19.


Dewa mengatakan, bantuan tersebut diluar bantuan rutin yang biasanya diterima Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yakni uang minimal Rp600 ribu. 


Sementara itu, beras yang diberikan tersebut berasal dari Bulog dengan kualitas medium.


"Bantuan ini dikhususkan bagi penerima PKH selama tiga bulan berturut-turut muali dari Agustus sampai Oktober, perbulannya 15 kg. Selanjutnya kita menunggu keputusan dari pusat," katanya usai launching bantuan beras kepada PKH di Kecamatan Sukarame, Selasa (15/9/2020).


Dewa mengatakan, penyaluran beras setiap bulannya secara teknis disiapkan oleh Bulog kemudian dikirimkan ke 107 kelurahan. Kemudian, di kelurahan ada pendamping PKH untuk disalurkan.


 "Jadi selama tiga bulan ini PKH mendapatkan 45 kg beras. Mereka sudah diverifikasi dan memang merupakan masyarakat miskin yang layak mendapatkan PKH," katanya.


Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Palembang, Heri Aprian mengatakan, penerima PKH tidak mengalami penambahan. Sebab ada yang sudah lebih baik ekonominya dan beberapa KPM tidak lagi masuk dalam semua komponen penentu penerima PKH. 


Pihaknya melalui pembina PKH memberikan pengertian agar tidak mengandalkan bantuan PKH dan diharapkan menjadi lebih kreatif. 


"Per triwulan kita lakukan pemutakhiran atau update apakah keluarga itu masih memiliki komponen PKH, bertambah ataupun berkurang," katanya.


Dijelaskannya, setiap keluarga menerima bantuan sesuai komponen yang ada. Seperti keluarga yang memiliki ibu hamil, balita, lansia dan disabilitas mendapatkan Rp 2,4 juta pertahun, sementara yang di dalamnya ada komponen memiliki anak SD Rp 900 ribu pertahun, SMP Rp 1,5 juta pertahun dan SMA Rp 2 juta pertahun.


"Setiap keluarga maksimal mendapatkan empat komponen atau sekitar Rp 3 juta. Kita ingin merubah mindset para penerima ini kesadaran untuk keluar jika sudah mampu, karena banyak juga yang berhak menerima," katanya.



Dengan jumlah lebih dari 50 ribu keluarga menerima bantuan ini, tambhanya, masih banyak masyarakat Palembang berada dalam kategori kurang mampu. Hal ini membuat kesan masyarakat miskin Palembang tidak berubah dan penerima PKH tidak tepat sasaran. (Ara)

Powered by Blogger.