Sekolah di Palembang Dipungut Rp1 Juta - Rp3 Juta

Ahmad Zulinto, Kepala Diknas Kota Palembang,(foto/net)
- Dana Pembangunan Tower System Cicil

PALEMBANG, SP - Dinas Pendidikan Kota Palembang akan menyediakan internet gratis bagi siswa-siswi Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama dalam rangka Pembelajaran Jarak Jauh (PPJ), pertengahan September 2020 mendatang. Melalui pembangunan tower di seluruh kecamatan di Kota Palembang. Dana pembangunan tower diambil dari dana Bantuan Operasional Sekolah, (BOS), dengan system cicil dan setiap sekolah dipungut bervariasi Rp 1 juta- Rp 3 juta, include dengan biaya iuran wifinya.

“Saya lupa nama perusahaannya tapi ini dari pihak ketiga. Dananya memang cukup besar untuk 60 titik itu. Ya kita kredit, cicil dari dana BOS itu”, kata Ahmad Zulinto, Kepala Diknas Kota Palembang, saat dihubungi via telpon selularnya, Minggu, (23/8).  

Sesuai arahan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), lanjutnya, dana BOS bisa dipergunakan untuk pembayaran internet. Jadi jika harus membiayai setiap anak Rp100 ribu, itu akan lebih boros. Sehingga, dibangunkan jaringan internet yang didanai oleh dana BOS. Untuk tower induk jaringan internet ini terletak Dinas Pendidikan Kota Palembang dan akan dipasang 60 titik di 18 kecamatan. Titiknya disesuaikan mulai dari kawasan tengah kota hingga pinggiran agar semua siswa dapat menikmati. Satu titik jaringan mampu diakses sampai radius 5 Km. Lantaran ini bersumber dari dana BOS, maka setiap sekolah akan dipungut dengan jumlah berbeda disesuaikan dengan banyaknya murid. Sementara data satuan pendidikan (sekolah) berdasarkan data referensi Kemendikbud, sekolah SD Negeri di Palembang ada 250 dan SMP Negeri ada 63. 

“Untuk SMP karena siswanya di atas 700 orang maka dipukul rata Rp 3 juta perbulan. Kemudian tingkat SD, untuk sekolah dengan jumlah siswa di atas 600-1000 siswa perbulannya Rp 3 juta. Sekolah dengan 300-600 siswa Rp 2,5 juta perbulan. Sementara jika jumlah siswa kurang dari 100 orang itu gratis”. Ujarnya.

Zulinto menambahkan, nanti siswa bisa mengakses internet secara gratis dengan memasukan pasword misalnya nomor induk siswa. Sedangkan guru memasukan Nomor Induk Kependidikan, guru honorer dengan NUPTK. 

Bagi guru honor yang belum punya NUPTK akan dapat kode pasword khusus, jaringan internet tersebut sangat kuat. Sehingga siswa dapat dengan lancar melakukan pembelajaran daring. Pasalnya, pihaknya tidak bisa memastikan sampai kapan belajar daring ini berjalan. Bahkan saat ini, Ikatan Dokter Anak Indonesia belum merekomendasikan sekolah tatap muka. Karena jumlah penderita Covid masih terus bertambah.

"Saat ini kita masih menunggu keputusan  Walikota juga Gugus Tugas. Kita lihat kalau belum bisa sekolah tatap muka maka belajar daring dilanjutkan, tapi jika sudah zona hijau atau kuning bisa tatap muka bisa juga dengan daring. Yang pastinya jaringan internet bagi siswa dan guru cepat, tidak lemot”, tambahnya. (Ara)

Powered by Blogger.