Rekomendasi Tim Pakar Covid-19 Buat Sumsel

Ist, (foto/net)
PALEMBANG, SP - Tim pakar penanangan covid-19 di Provinsi Sumsel mengeluarkan beberapa rekomendasi terkait perkembangan kasus konfirmasi positif di Sumsel.

Anggota Tim Pakar Penanganan Covid-19 Sumsel bidang epidemiologi, Dr. Iche Andriani Liberty, mengatakan, perkembangan kasus konfirmasi positif di Sumsel masih masuk wilayah tertinggi ke sembilan di Indonesia, hingga kini, Sabtu, (22/8), konfirmasi positif mencapai 3.988 orang meskipun begitu, insiden kasus menurun karena denominator atau sasaran yang belum terperiksa masih rendah.

“Kami tekankan agar Pemprov Sumsel meningkatkan tes cepat swab secara agresif, masive dan intensif, meskipun, hasil pemeriksaan swab yang sudah berjalan 60 persen negatif”, kata Iche, dihubungi, Minggu, (23/8).

Selain itu, pemeriksaan yang intensif, masive dan agresif harus dilakukan terhadap kelompok lansia dan komorbid yang rentan dengan penyakit bawaan, seperti, hipertensi dan kencing manis. Meskipun, pasien covid-19 yang mendapat perawatan di rumah sakit terbilang tinggi tapi tingkat kesembuhan juga terbilang tinggi, hasil temuan menunjukkan klaster baru terindikasi dari kontak keluarga. Sehingga, Dinas Kesehatan Sumsel juga diminta untuk intensif memantau kontak erat di 17 kabupaten/kota.

“Secara khusus ada dua kelompok yang harus ditangani dengan strategi berbeda, satu minggu terakhir tidak terlihat ada pantauan sama sekali, sehingga rantai penularan sulit dikendalikan:, ujarnya. 

Selain rekomendasi secara keseluruhan wilayah Sumsel, secara spesifik Tim Ahli Epidemiologi juga mengeluarkan rekomendasi bagi satu-satunya zona merah Sumsel berdasarkan update peta risiko BNPB pusat per 16 Agustus 2020 yakni kota Lubuklinggau. 

"Rekomendasi yang kami berikan untuk Kota Lubuklinggau secara garis besar tetap pada perbaikan 3 domain indikator yakni, Epidemiologi, Surveilans, dan sistem Kesehatannya. Tetap lakukan tracing dan testing yg maksimal. Karena dengan strategi inilah rantai penularan dapat terputus. Serta tentu treatment yang optimal untuk kasus- kasus sedang dan berat," jelasnya.

Kondisi jumlah kasus Positif Covid-19 di Lubuklinggau Per tgl 20 Agustus 2020 ada 176 kasus. Dengan total sembuh 131 dan 3 orang meninggal dunia. Lubuklinggau juga menjadi daerah kedua tertinggi setelah Palembang insiden kasus positif Covid-19 per 100.000.

"Untuk masyarakat umum, jangan pernah lengah harus tetap mematuhi protokol kesehatan dimanapun berada. Untuk kelompok berisiko (lansia-comorbid-anak) batasi aktivitas diluar rumah. Stay at home akan membantu mempercepat pemutusan mata rantai penularan," katanya.(hmy)

Powered by Blogger.