Cleaning Service di RSUD Bari Palembang Diancam Akan di Potong Kepala


PALEMBANG, SP - Rendi Afriansyah (20) warga Dusun VIII Cempaka Oku Timur Sumatera Selatan yang bekerja di RSUD Bari Palembang Cleaning Service yang dianiaya tetangganya sendiri.


Diketahui, kejadian tersebut di Sebuah kosan korban yang juga bersebelahan dengan terlapor Pandi di Jl. Gubernur H. Bastari Kel. 8 Ulu Kec. Jakabaring Palembang, pada Sabtu (22/8/2020) sekitar pukul 12.30 WIB.

Ceritanya, korban berawal dari teman satu kosannya bernama Rangga disuruh membeli rokok di warung tak jauh dari tempat mereka mengekos.

Saat ditengah jalan ternyata Rangga terlibat cek-cok dengan seseorang yang diketahui bernama Pendi yang tak lain adalah tetangga tempat mereka ngecos.

"Kami ngekos orang empat saya, Ican, Rangga dan tomi. malam itu kami nyuruh rangga ke warung untuk beli rokok, tidak tahunya di jalan dia dikagetkan oleh suara motor yang ngegas-ngegas dengan sengaja dihadapan muka teman saya rangga," ujarnya, Senin (24/8/2020).

Ia menjelaskan karena tersinggung Rangga menanyakan maksud tersebut dihadapan wajahnya dari sana terjadilah cekcok.

"Saya kurang tahu persis kejadiannya. Tak Lama Rangga kembali kekosan dengan kesal lalu keluar lagi," tuturnya.

Lanjut, Rendi mengaku Berselang beberapa waktu datanglah Pendi bersama beberapa temanya dengan membawa sebilah pedang dengan nada marah menanyakan Rangga.

"Saya merasa tidak tahu, jadi saya jawab apa adanya, dia tidak terima dan langsung menganiaya saya," bebernya.

Karena tidak puas dengan jawaban korban Rendi, kemudian Pelaku Pandi melontarkan nada ancaman kepada Rendi.

Akibat kejadian tersebut kini pelapor mendatangi unit pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang dengan maksud mengadukan pelaku atas nama Pandi tersebut.

Terpisah, Kasubag Humas Polrestabes Palembang Iptu Marwar telah membenarkan bahwa adanya laporan tersebut.

"Selanjutnya, laporan sudah diterima anggota piket SPKT Polrestabes Palembang dan laporannya akan kita tindak lanjuti beserta kita akan lakukan penyelidikan," tutupnya. (DE)

Powered by Blogger.