KONI Sumsel Jawab Prihal Tunggakan Gaji Atlet Gulat


PALEMBANG, SP
- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI)  Provinsi Sumsel menanggapi pernyataan salah satu Atlet Gulat Sumsel Ronald L Toruan yang beberapa waktu lalu mengeluhkan prihal tunggakan gaji yang belum terbayarkan selama 6 bulan lamanya.

Menurut Ronald saat ini dirinya dan sang rekan Kuanto yang merupakan atlet berpotensi tinggi menyumbang medali untuk olahraga Sumsel.

"Dari sebelum pandemik COVID-19 sudah 8 bulan belum terima (gaji), termasuk 6 bulan tahun ini dan 2 bulan terakhir sebelumnya," ujarnya Ronald.

Mengenai hal ini tentunya membuat ia dan rekannya resah. Apalagi sebagian besar atlet Sumsel termasuk dari cabor gulat menggantungkan hidup dari gaji bulanan.

"Mengharapkan pasti dari gaji, namanya hak. Sekarang kami terus melakukan kegiatan latihan saja walaupun sangat resah dan galau gaji belum kunjung cair," katanya.

Mengenai hal ini KONI Sumsel langsung buka suara terkait permasalahan gaji para atlet melalui Wakil Ketua Umum I KONI Ahmad Yani mengatakan sangat prihatin dengan belum terbayarkannya uang apresiasi atlet binaan. 

Meski begitu bukan berarti KONI tak melakukan apapun untuk memecahkan persoalan ini bahkan Ketum KONI Sumsel Hendri Zainudin rela memberikan dana talangan terhadap para atlet dan Pelatih demi bisa menyokong para atlet berlatih. 

"Kami sudah berbesar hati dengan luar biasa peduli terhadap para atlet dan pelatih. Pak Hendri Zainuddin sudah memberi talangan pribadi kepada sejumlah atlet dan pelatih, mereka telah menerima dana pinjaman pada Maret lalu, salah satunya cabor Gulat," ujarnyaz Rabu (1/7/2020)

Ia juga menyebutkan jumlah yang pasti ada dua bulan, November dan Desember 2019 (hutang pengurus 2016-2019). Sementara untuk tahun 2020, KONI Sumsel sedang dalam proses pengajuan ke Dispora Sumsel.

Sementara itu perlu diketahui, KONI Sumsel saat ini hanya mendapat dana operasional Rp 4 miliar di kasnya. Sementara dana atlet, pelatihan daerah, dan lain-lain, saat ini dalam pengelolaan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumsel yang mencapai Rp 20,4 miliar. 

Jumlah tersebut jauh menurun dari tahun-tahun sebelumnya yang mencapai puluhan atau bahkan ratusan miliar Rupiah per tahunnya dengan pengelolaan dana sepenuhnya di KONI Sumsel.

"Jadi ada perbedaan besar dalam soal keuangan, baik itu nominal maupun pengelolaan, untuk tahun 2020 KONI Sumsel lebih sebagai administrator bagi atlet dan pelatih, jadi untuk saat ini kita hanya bisa mengusulkan ke Dispora," tutur Ketua Pengprov Wushu Sumsel ini.

Oleh karena itu, Yani berharap para atlet dan pelatih, bahkan pengurus cabang olahraga untuk bersabar dan memahami selain itu, ia juga meluruskan perihal atlet dan pelatih hanya mendapat dana apresiasi dari pemerintah, bukan gaji.

"Kita sebelumnya juga telah memberikan penjelasan langsung kepada yang bersangkutan. Kita ingin selamatkan atlet lewat hutangan dan perpanjangan pelatda,Kita satukan tekad untuk kebanggaan olahraga Sumsel," pungkasnya (Nis) 

Powered by Blogger.