Fokus Penataan Layanan Pasar Tradisional

Salah satu pasar di Palembang yang menerapkan protokol kesehatan pemerintah. (foto:net) 
PALEMBANG, SP
-  Pemerintah Kota Palembang berhasil mendapatkan peringkat ketiga, untuk kategori Klaster Kota sektor pasar tradisional lomba Video Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 yang diadakan Kemendagri RI.

Atas prestasi tersebut, Palembang mendapatkan anggaran sebesar Rp168 miliar dari Kemendagri dari hadiah yang telah disipakan sebelumnya sebesar Rp1 miliar dalam bentuk Dana Insentif Daerah (DID).

Sekretaris Daerah Kota Palembang, Ratu Dewa mengatakan, pihaknya menganggap raihan prestasi tersebut sebagai cambukan bagi Pemerintah Kota Palembang khususnya bagi PD Pasar Palembang Jaya untuk meningkatkan kinerja serta pengelolaan pasar tradisional ditengah upaya pencegahan penyebaran Covid-19. 

"Prestasi ini skalanya nasional, sudah tentu kita tidak ingin hanya sekadar predikat tanpa adanya implementasi nyata dilapangan. Dalam lomba kemarin kita ambil sampel di Pasar Plaju, pasca prestasi yang kita terima ini seluruh pasar harus mengadaptasi penerapan penegakkan protokol kesehatan Covid-19," katanya, Selasa (23/6/2020).

Menurut Dewa, indikator prestasi yang didapat didasari dengan upaya pengetatan dan pengawasan, serta imbauan secara langsung soal protokol kesehatan diarea pasar. 

"Mulai wajib pakai masker, jaga jarak, cuci tangan itu protokol kesehatan harus dijalankan sebelum masuk pasar. Karena protokol ini dijalankan, kemudian ada lomba inovasi daerah soal tatanan normal baru makanya videonya kita kirimkan," katanya.

Mantan Kepala BKPSDM Kota Palembang itu juga mengaku belum mendapatkan petunjuk teknis soal penggunaan anggaran hadiah lomba inovasi daerah. Namun, jika berkaca dari alokasi DID yang juga diberikan dari pusat untuk Sekolah Filial maka fokus penggunaan alokasi DID adalah untuk peningkatan layanan. 

"Bisa jadi kemungkinan penggunaan hasil hadiah tersebut untuk peningkatan penataan pasar tradisional sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19. Nah, ini kita masih menunggu juknis dari Kemendagri," katanya.

Sejauh ini kata Dewa, pasar tradisional menjadi salah satu fokus pengawasan dari personil gabungan gugus tugas penanganan Covid-19. Mengingat bila menyangkut perekonomian rakyat, pasar tradisional tidak memungkinkan untuk ditutup.

"Karena soal ekonomi ini sensitif, jadi tinggal bagaimana pengetatan pengawasan diarea pasar. Saya sudah minta untuk petugas yang berpatroli agar benar-benar memantau, bila ada yang berkerumun pada area pasar untuk dapat dibubarkan," katanya. (Ara)

Powered by Blogger.