Terapkan Satu Arah Jalan, Relawan Covid-19 Diancam

Warga Sedang Menutup Jalan Alternatif Menuju Desa Untuk Dijadikan Satu Pintu
BANYUASIN, SP - Guna mencegah penyebaran Covid-19, Pemerintah Desa (Pemdes) Talang Kemang Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin, menerapkan jalan satu arah untuk akses keluar masuk desa.

Setiap masyarakat setempat yang ada aktivitas keluar Desa Talang Kemang ataupun mayarakat dari luar yang ingin memasuki Desa Talang Kemang, harus melewati jalan satu arah dan akan diberhentikan di Posko Penanggulangan  Covid - 19 untuk dilakukan pemeriksaan sesuai dengan protokol kesehatan.

Untuk itu Pemdes Talang Kemang menutup dua jalur jalan alternatif dan difokuskan satu jalur. Hal tersebut sebagai upaya Pemdes Talang Kemang dalam Penanggulangan Covid-19. Namun dengan ditutupnya jalan alternatif tersebut,  menimbulkan konflik antar warga setempat dan Pemdes, pasalnya jalan yang berada di Dusun VI perbatasan antara PT Melania dengan Desa Talang Kemang berungkali dibuka oleh warga.

Menindaklanjuti kisruh tersebut pada Senin malam (04/05) Pemdes Talang Kemang bersama stakeholder dan tokoh masyarakat mengadakan rapat guna membahas jalan yang sudah ditutup dibuka kembali. Patalnya lagi salah seorang warga setempat sampai melakukan pengancaman terhadap relawan Covid-19 yang juga Kadus III Desa Talang Kemang.

Pengancaman ini dilakukan oleh H (36) salah satu warga setempat yang merasa keberatan jika jalan tersebut ditutup. Bahkan H diduga melakukan pengancaman sampai kontak fisik dengan memegang leher salah satu aparat desa yang juga sebagai relawan Covid-19.

"Tunggu dimano bae kau bakal saro kagek," kata salah satu Kadus III Desa Talang Kemang,  menirukan ucapan H, saat di bincangi media ini, Selasa (05/05), seraya menyebut kalau dirinya merasa terancam atas tindakan pelaku.

Kepala Desa Talang Kemang Sagimin melalui Sekdes saat dimintai konfirmasiny terkait hal tersebut membenarkan adanya kejadian itu. Dan pihaknya telah mengadakan rapat bersama relawan Covid-19 untuk membahas prihal tersebut.

Piihaknya berharap kepada aparat penegak hukum mintak tolong perlindungan demi keselamatan mereka selaku relawan Covid, dan pihaknya minta tolong ditindak tegas bagi oknum mayarakat yang mengancam dan menggaggu keselamatan relawan Covid-19.

"Kami minta perlindungan hukum dari aparat penegak hukum dan apabila tidak ditindaklanjuti kami selaku relawan Covid -19 Desa Talang Kemang akan membubarkan di diri,"kata dia. Sementara Kapolsek Rantau Bayur Iptu Halim Kesumo saat dimintai tanggapannya melalui pesan WhatsApp terkait peristiwa tersebut mengatakan saat ini dirinya baru pulang dari Desa Penandingan dan nanti akan di koordinasikan. " Saya baru pulang dari Desa Penandingan, nanti akan di koordinasikan," kata dia. (Adm)

Powered by Blogger.