Ketua DPRD Palembang Angkat Bicara Terkait Komentar Ketua DPRD Sumsel

Ketua DPRD Kota Palembang, Zainal Abidin, SH

PALEMBANG, SP-Ada nya komentar miring dari Ketua DPRD Sumsel terkait penanganan dan pencegahan virus covid-19 di Kota Palembang membuat Ketua DPRD Kota Palembang angkat bicara, ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini, Zainal Abidin, SH menyayangkan komentar yang "menyudutkan" Pemerintah Kota Palembang tidak serius dalam menanggulangi penyebaran virus covid-19 di Kota Palembang karena saat ini, walikota Palembang bersama OPD terkait dan unsur forkopimda terus berjibaku untuk memutuskan mata rantai penyebaran dan penanggulangan virus covid-19.Bahkan, saat ini intruksi wako Palembang Nomor 1 Tahun 2020 terkait penggunaan masker sudah diberlakukan. 

"Terkait rumah sehat, Pemkot Palembang sudah membicarakan dengan pihak Pemprov Sumsel untuk minta satu tower dengan biaya dialokasikan sendiri oleh Pemkot Palembang", tegas Zainal Abidin, SH, Ketua DPRD Kota Palembang.

Dijelaskannya, Pemkot Palembang ingin minta satu tower untuk menampung warga yang berstatus Orang Dalam Pengawasan, (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan, (PDP) virus covid-19, meskipun satu tower tersebut disewa dengan biaya dari Pemkot Palembang. Namun, pihak provinsi Sumsel mengarahkan tidak perlu sewa dan tower tersebut silakan dipakai. Selanjutnya, dalam tindakan nyata, ada alokasi dana yang bersumber dari APBD 2020 sebesar Rp 200 miliar yang diperuntukkan 3 prioritas utama, jaring pengaman sosial, kebutuhan tenaga medis dan dalam bentuk sembako murah. "Ini bukti keseriusan Pemkot dalam mengakomodir dampak virus covid-19 di Kota Palembang", jelasnya.

Selain itu, tambah Zainal, tindakan lainnya, dirinya mengaku sudah beberapa kali mengikuti rapat bersama unsur Forkopimda dalam persiapan-persiapan dan evaluasi terkait dampak virus covid-19. Bahkan, bersama wawako Palembang pernah melihat langsung proses packing sembako digudang bulog untuk memastikan, bagian-bagian dalam sembako utuh sesuai dengan yang telah direncanakan, yakni, beras 10 kilogram, minyak sayur 2 liter, gula pasir 2 liter dan 1 kilogram gandum. "Ini juga bentuk pengawasan agar masyarakat menerima sesuai dengan yang dialokasikan, dan pengawasan nantinya akan terus dilapangan hingga sembako diterima warga", tambahnya.(hmy)

Powered by Blogger.