Hari Ini, Palembang Ajukan PSBB

(foto/net)
PALEMBANG, SP - Pemerintah Kota Palembang hari ini (4/5/2020) akan mengajukan usulan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kepada Gubernur Sumsel. 
Kepastian diajukannya penerapan PSBB ini setelah sebaran positif Covid-19 per 2 Mei 2020 mencapai 90 kasus. 

Sekretaris Daerah Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, pengajuan PSBB sudah ditandatangani Walikota Palembang Harnojoyo, untuk diteruskan kepada Menteri Kesehatan melalui Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru.

"Sesuai dengan target beberapa hari sebelumnya, walikota menyetujui dengan ditanda tanganinya surat pengajuan PSBB dan surat pengantar telah disiapkan, draft Perwali juga sudah, kita serahkan Senin ini (hari ini) kepada Gubernur Sumsel," katanya, Minggu (3/5/2020).

Dikatakan Dewa, penerapan PSBB harus memenuhi lima syarat yang sudah ditentukan Kemenkes yakni terkait peningkatan kasus, sebaran, jaringan pengamanan sosial, ketersediaan sarana dan prasarana, dan keamanan. Sementara saat ini masih ada Kecamatan Gandus dan Bukit Kecil yang masih nihil. 

Namun, melihat sebaran kasus transmisi lokal yang terjadi saat ini, Pemkot menilai Palembang sudah layak menerapkan PSBB. Mengingat seluruh kajian, analisis dan data-data telah terpenuhi.

"Soal dua kecamatan yang belum ada sebaran, kita kesampingkan itu. Walaupun baru16 kecamatan, tetapi yang terpenting kita sampaikan hasil kesepakatan bahwa kita ajukan PSBB ke gubernur," katanya. 

Sebelumnya, Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan, zona merah menjadi salah satu syarat diberlakukannya PSBB. "Jika PSBB sudah diterapkan, maka beragam kegiatan akan dibatasi. Seperti keagamaan, sosial budaya, kegiatan diluar, pergerakan orang menggunakan tranportasi, juga pendidikan," katanya. 

Penerapan PSBB nantinya di Palembang telah dipersiapkan dengan anggaran Rp200 miliar untuk penanganan Covid-19. Berupa penanganan kesehatan dengan anggaran sebesar Rp123 miliar lebih, penanganan dampak ekonomi sebesar Rp22,157 miliar dan jaring pengaman sosial sebesar Rp54,801 miliar lebih. 

"Meskipun yang menentukan adalah Kemenkes. Tapi kesiapan sembako, kesehatan, dan pengamanan jaringan sosial lainnya sudah dipersiapkan. Mengingat sebaran Covid-19 sudah semakin meluas," katanya. (Ara) 

Powered by Blogger.