Tunggakan PLN Diprediksi Meningkat

(foto/net)
PALEMBANG, SP –  PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Selatan Jambi dan Bengkulu memprediksi jumlah konsumsi litrik selama Ramadan akan menurun dibandingkan tahun sebelumnya. 

Senior Manager SDM dan Umum PLN UIW S2JB, Ferry Bawan mengatakan, pemberlakuan social distancing untuk menghindari penularan Covid-19 berdampak pada tutupnya mall, perhotelan, restoran atau cafe. 

Menurutnya, hal tersebut  menjadikan konsumsi listrik selama Ramadan yang biasanya naik 20 persen menjadi turun.  

"Biasanya konsumsi listrik saat puasa itu naik, sekarang turun 10 persen karena industri banyak tutup," katanya, Minggu (26/4/2020).

Ia mengatakan, ditengah pandemi ini dipastikan banyaknya penurunan pendapatan masyarakat terutama menengah ke bawah. Sehingga, meskipun belum ada akumulasi jumlah penunggak, namun pihaknya memprediksi terjadinya peningkatan jumlah tunggakan pembayaran. 

"Saat ini saja yang menunggak sudah banyak. Tapi ditengah pandemi Covid-19 ini tidak akan dilakukan pemutusan aliran listrik, namun diharapkan masyarakat tetap bisa menjalankan kewajiban untuk membayar iuran listrik tepat waktu," katanya. 

Ferry mengatakan, pihaknya memastikan ketersediaan  listrik aman dan dipastikan meminimalisir adanya gangguan. Sehingga umat muslim dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang. 

"Kita pastikan listrik aman selama puasa, walaupun kegiatan buka puasa bersama di hotel dan restoran tidak ada lagi dan ini mengurangi konsumsi listrik PLN," katanya.

Kendati Kota Palembang nantinya akan menerapkan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB), namun PLN menjamin penyaluran tenaga listrik aman. 

"Walaupun dengan nanti PSBB, PLN tetap menjamin keberlangsungan penyediaan listrik. Kami, pegawai dan ahli daya dalam menanggulangi gangguan aliran tetap bekerja 100 persen. Kami juga memastikan aliran listrik tetap dinikmati masyarakat walapun kami juga harus membatasi kegiatan kami di lapangan," katanya. (Ara). 

Powered by Blogger.