Seribu Tenaga Medis Palembang Butuh APD

Ilustrasi tenaga medis. (foto:net)
PALEMBANG, SP -  Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Palembang mengungkapkan minimnya ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis di rumah sakit hingga puskesmas. 

Ketua IDI Cabang Palembang Dr. dr. Zulkhair Ali, SpPD, KGH, FINASIM mengatakan, setidaknya ada 1.000 anggota IDI Palembang baik yang secara langsung dan tidak langsung akan menangani Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) membutuhkan APD.

Menurutnya, terbatasnya ketersediaan APD ini bukan hanya masalah di Palembang saja. Namun juga dialami rumah sakit saja tetapi juga dialami oleh tenaga medis di Puskesmas yang masih banyak menggunakan APD tidak sesuai standar.

"Harga satu APD berkisar Rp1 juta. Meskipun dana untuk pembelian APD tersedia banyak, pemesananan saat ini tidak mudah," katanya saat melakukan Telecomference by Zoom, Senin (20/4/2020).

Zulkhair mengatakan, tenaga medis yang terdaftar di IDI lebih dari 1.000 orang yang secara langsung dan tidak langsung akan menangani Covid-19. Baik di puskesmas, dokter spesialis anak, paru-paru, anastesi dan lainnya.

"Di RSMH Palembag saja jumlahnya lebih dari 100 orang. Semuanya butuh APD termasuk puskesmas. Kerana pasien ada dimana-mana," katanya.

Menuerutnya, penularan Covid-19 diketahui masih melalui dopet (batuk, bersin dan batuk berat) akan menyebar hingga jarak dua meter kedepan. Jika memakai masker maka penularan ini tidak akan terjadi. 

Meskipun demikian, ungkapnya, masih akan melekat berbagai alat dan jika terpegang kemudian memegang mata dan mulut atau hidup maka akan berpindah ke mulut dan akan terinfeksi.

"Maka kita harus sering cuci tangan dengan sabun. Jika ada tetangga yang positif, tidak akan tertular jika ada orang yang melakukan isolasi di rumah, karena isolasi juga dilakukan di kamar khusus," katanya.

Ia mengatakan, sebagaian besar yang rentan terpapar tenaga kesehatan terdepan, seperti Poliklinik. Sementara di rumah sakit, petugas sudah menggunakan APD level 3 yang tergolong mahal dan tidak nyaman karena panas saat dipakai.

"Untuk ibu hamil untuk konsultasi dengan dokter sebaikya melalaui onlien saja. Baik di tempat biasa konsultasi karena sudah kenal, ataupun yang sudah menyediakan nomor handphone," katanya. (Ara)

Powered by Blogger.