Ritualnya Mesum, Dukun Cabul Diringkus

Johani, Dukun Asal Musi Rawas Diringkus Jajaran Polsek Sukarami Lantaran Berbuat Mesum Kepada Pasiennya (foto/do)
PALEMBANG, SP – Jajaran Polsek Sukarami mengamankan Johani (37), warga Murakati, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, Selasa (7/4) kemarin. Pelaku diringkus lantaran melakukan tindak asusila kepada korban berkedok dukun beranak. 

Korbannya adalah NS (20). Korban dengan kondisi hamil dua bulan mendatangi pelaku dengan niat menggugurkan janinnya. Malahan, korban disetubuhi pelaku sebanyak tiga kali di kawasan Talang Jambi Kecamatan Sukarami Palembang. 

Menurut pengakuan pelaku, bahwa dia dipanggil dan ditanya temanya apakah bisa menggugurkan janin. Karena merasa ada keahlian memiliki ilmu hitam, pelaku mengiyakan tawaran tersebut dan pada hari Minggu (5/4) berangkat ke Kota Palembang.

"Kemudian kami bertemu di kontrakan teman saya, setelah itu kami melakukan ritual sudah berpegang tangan. Saya bujuk kalau mau hilang kita berhubungan badan dulu kemudian ia mau diajak," ujar pelaku di Mapolsek Sukarami, Selasa (7/4).

Menurutnya pelaku cukup leluasa menyetubuhi korban sebanyak tiga kali pada hari yang sama, yakni sekitar pukul 5, sekitar pukul 3 sore kemudian magrib. Setelah itu korban disuruh pulang karena ritual menghiulangkan janin sudah selesai. Saat itu, korban pulang dijemput teman pria alias pacarnya. 

"Sebenar saya belum pernah mengobatin orang sama sekali, karena dia minta tolong jadi saya mencoba saja. Saya punya ilmu hitam dari guru yang di kampung," jelasn dia.

Sementara pengakuan korban, dirinya mengenal pelaku dari pacarnya. Korban dan pacarnya ingin berobat karena sudah telat 2 bulan, sehingga mau digugurkan dengan bantuan dukun tersebut.

"Sebenarnya saya sempat menolak ajakan pelaku saat berhubungan badan dan berontak namun diancam, kalau kamu cerita dengan pacar atau orang kamu atau pacar akan dibunuh,” kata NS  yang merupakan warga dari Jalur, Banyuasin di hadapan petugas.

Kapolsek Sukarami Palembang Kompol Irwanto mengatakan, anggotanya menangkap pelaku yakni dukun cabul. Modus dukun bisa menggugurkan kandungan, dimana korban sudah telat selama 2 bulan.

"Karena takut dengan kehamilan korban datang ke pada pelaku, setelah bertemu bukannya mengobati, pelaku justru menyetubuhi korban sebanyak tiga kali di hari sama. Korban sempat menolak namun diancam korban melayani nafsu pelaku," jelas kapolsek. (do)

Powered by Blogger.