Pedagang Kelontong di Palembang Keluhkan Omzet Merosot


PALEMBANG, SP - Wabah Corona virus disease (Covid-19) terus menggerus sektor perekonomian negeri ini, termasuk di Kota Palembang. Betapa tidak, sejumlah pedagang kelontong di pasar tradisional di Kota Palembang mengeluhkan omzetnya yang terus mengalami penurunan.

Marjiman (70) salah satu pedagang kelontong di kawasan Pasar 10 Ulu Palembang menyebut, sejak wabah virus corona menyerang Kota Palembang, omzet dagangannya menurun dratis. Dia mengakui, sebelumnya, omzet yang dapat diraihnya sebagai pedagang kelontong mencapai Rp30 juta – Rp40 juta per bulan.

"Nah sejak wabah virus corona ini, omzet yang kita dapat hanya setengahnya saja," katanya, kepada Sumsel Pers, di toko miliknya, Selasa (7/4).

Dia memperkirakan, penurunan omzet terjadi karena minimnya pasokan produk dagangan, akibat menipisnya bahan baku pembuat peralatan dapur seperti kuali, sendok, maupun spatula di kalangan produsen, yang menjadi salah satu produk dagangannya. Sebab menurut dia, pihak distributor bahan baku produk tersebut seperti aluminium, juga mengalami pembatasan pengiriman logistik, imbas dari wabah virus corona ini.

“Padahal, aluminium itu kan, bahan utama untuk membut produk-produk spatula, kuali, nampan, sendok, hingga panci,” bebernya.

Lebih lanjut Marjiman mengakui, tak hanya distributor bahan baku peralatan dapur, dirinya sendiri sebagai pedagang kelontong yang kerap menerima pesanan pembelian peralatan dari luar kota Palembang, seperti Jambi hingga Padang juga mengalami penurunan pemesanan. "Karenanya, saya terpaksa mengistirahatkan dulu untuk sementara, beberapa pegawai," pungkasnya. (zul)

Powered by Blogger.