Paket Sembako Pemkot Palembang “Disunat”

Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda Gerah Pasalnya Bantuan yang diterima Masyarakat Berbeda Isi nya
- Beras Ditemukan 5 Kilogram

PALEMBANG, SP - Baru saja dilounching perdana, Kamis, (23/4), di posko gugus tugas percepatan penanganan covid-19. Paket sembako yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah, (APBD), Kota Palembang yang diperuntukkan bantuan kepada masyarakat yang berdampak covid-19 mulai menuai masalah karena didapatkan fakta dilapangan jumlah sembako yang ada dalam kantong ternyata sudah “disunat”. Semestinya, masyarakat mendapatkan beras 10 kilogram, minyak sayur 2 liter, gula pasir 2 kilogram dan 1 kilogram gandum tapi ternyata di Kelurahan Kertapati satu paket hanya berisi, beras 5 kilogram, minyak sayur hanya 1 liter, gula pasir 1 liter dan gandum 1 kilogram.

Hal ini diketahui ketika Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda, bersama Ketua DPRD Kota Palembang, Zainal Abidin akan membagikan bantuan tersebut di wilayah Jalan Ki Merogan RT 26 Kelurahan Kertapati Kecamatan Kertapati, Kamis, (23/04) sore.

Paket yang seyogyanya akan dibagikan dengan warga yang terkena dampak virus covid-19 dibuka karena merasa ada kejanggalan dengan isi paket yang ukurannya sedikit kecil ternyata didapat isi paket sudah “disunat”. Beras hanya 5 kilogram, minyak sayur hanya 1 liter, gula pasir 1 liter dan gandum 1 kilogram.

“Kalian Jangan Main-Main”, tegas Fitrianti Agustinda dengan nada berang.

Bukan hanya itu, paket yang semestinya berjumlah 270 paket yang akan dibagikan ternyata hanya berjumlah 240 paket, meskipun, jumlah dan isinya akhirnya ditambah saat itu juga.

Petugas yang diketahui dari Bulog, berdalih paket yang akan diberikan tersebut memang terpisah dan tidak berada dalam satu wadah. “Warga harus pastikan paket yang diterima itu harus beras berisi 10 Kg, minyak 2 kg, terigu 1 kg, dan gula 2 kg, setelah itu baru tanda tangan, kalau kurang jangan mau”, katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial, Heri Aprian Rasuan saat dikonfirmasi persoalan ini, mengatakan, pihaknya hanya memesan paket tersebut ke bulog dan paket tersebut dikirim langsung ke kelurahan jadi tidak mengetahui, apa isi paket yang didistribusikan ke kelurahan tersebut. “Kita sudah pesan sekitar 49 ribu paket tapi distribusi secara bertahap karena paket tersebut ada proses packking di bulog, jadi berapa pun mereka mampu perhari nya silakan saja. Meskipun, kita sudah minta secepatnya”, katanya. (hmy) 

Powered by Blogger.