Martopo : Laporkan Jika Mengetahui Ada Kekerasan Terhadap Anak

Komisioner KPAD Banyuasin bidang Evaluasi dan Monitoring, Martopo Yusuf
BANYUASIN, SP - Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Banyuasin mengimbau kepada masyarakat agar secepatnya melapor jika mengetahui terjadi kekerasan pada anak di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Termasuk jika menemukan adanya pembiaran atau pengabaian pada anak, karena perbuatan tersebut melanggar Undang-Undang.

“Harus lapor. Kalau ada tindakan kekerasan kemudian tidak melapor, itu tidak seharusnya. Ada pencabulan misalnya lalu tidak melaporkannya malah dibiarkan, itu melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak,” kata Komisioner KPAD Banyuasin Bidang Evaluasi dan Monitoring, Martopo Yusuf, Senin (20/04).

Martopo meminta pelapor untuk tak takut dianggap menuduh atau menuding jika mempunyai cukup bukti. “Kasih fakta. Sambil difoto bisa saja. Minimal dua alat bukti. Saksi fakta, ada data,” ujar Martopo.

Lanjut dia, Namun hal paling utama terkait kekerasan pada anak adalah tindakan preventif atau pencegahan, agar jangan sampai kekerasan semacam itu terjadi di dalam keluarga atau ditengah masyarakat.

“Makanya di forum-forum arisan RT/RW terintegrasi nuansa ramah anak, sosialisasi ramah anak, diskusi tentang penanganan dan sebagainya terkait kasus itu,” ujar Martopo.

Menurut dia, suasana ramah anak tak hanya dimulai dari lingkungan keluarga, tapi juga penting di lingkungan tempat tinggal sekitar, misalnya Rukun Tetangga/Rukun Warga.

Adanya kasus penelantaran anak yang terjadi di Cibubur membuat KPAI memberi predikat lingkungan tidak ramah anak. “Kasus ini menunjukkan lingkungan RT/RW belum ramah anak,” katanya.

Martopo mengatakan tak sulit untuk mewujudkan lingkungan ramah anak. Indikatornya ialah ada komunikasi dengan lingkungan ketika masalah terhadap anak muncul. “Ada mekanisme pelaporan dan penanganan ketika ada anak terlantar. Ada fasilitas ruang publik yang nyaman buat bermain dan berekspresi buat anak,” kata dia. (Adm)

Powered by Blogger.