Kompetisi Belum Jelas karena Dampak Corona, PT SOM Pilih Tutup Kantor Sementara


PALEMBANG, SP - Akhir akhir ini kasus Corona di Palembang mengalami lonjakan yang sangat signifikan, terhitung sejak tanggal 20 Maret jumlah kasus positif corona di Sumsel sudah mencapai 89 orang.

Palembang sendiri termasuk wilayah yang paling tinggi terpapar Covid-19 dan telah ditetapkan sebagai zona merah, kini pemrov sendiri tengah mengajukan penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di area Palembang. 

Selain itu belum jelasnya kompetisi Liga 2 karena dampak corona menjadi alasan PT Sriwijaya Optimis Mandi (SOM) sebagai pengelola klub Sriwijaya FC memilih sementara waktu untuk menutup kantornya.

"Sesuai arahan Bapak Direktur Utama dan Wakil Direktur Utama PT. Sriwijaya Optimis Mandiri pada tanggal 20 April 2020 bahwa mulai tanggal 21 April 2020, operasional Kantor PT. Sriwijaya Optimis Mandiri ditutup sampai dengan waktu yang akan ditentukan,"ujar Sekretis PT SOM Faisal Mursyid, Selasa (21/4/2020).

Faisal juga mengatakan, pemberlakukan WFH dan penutupan kantor PT SOM sementara pun sudah melalui diskusi antar karyawan dan menjadi kebijakan mutlak dari pimpinan PT SOM Palembang

"Bagi karyawan/Karyawati dapat melaksanakan aktivitasnya dari rumah (Work From Home)  atau melaksanakan tugas tertentu sesuai arahan Direksi, semoga bisa memaklumi, "lanjutnya

Meskipun belum ditetapkan sampai kapan sekretariat SFC tersebut tidak beroperasi,  namun saat ini pihaknya tengah mengurus beberapa persiapan seperti meninjau ulang tiket jika pandemi covid-19 mulai mereda.

"Ketika nanti kompetisi digulir kembali, tentunya ada jadwal, nanti baru kita akan koordinasi dengan kepolisian, Dinkes, TNI, PT JSC, artinya walaupun kompetisi sudah berjalan, mesti diupdate lagi. Termasuk masalah tiket itu kan banyak hal seperti persiapan awal kompetisi," ungkapnya. (Nis) 

Powered by Blogger.