Keluarga Bantah Korban Kirim Video Porno

Keluarga Memperlihatkan Foto Korban, Ahmad Yoga Andhiko Semasa Hidup di Rumah Duka, Kemarin (foto/kar) 
PALEMBANG, SP Kasus pembunuhan yang menewaskan honorer BPKAD Pemprov Sumsel, Ahmad Yoga Yadhiko (41), Selasa (21/4), mematik reaksi keluarga korban. Alasan pelaku Prastio Ramos, menghabisi korban karena marah istri pelaku sering dikirim video porno, dibantah keluarga korban. 

Kepada awak media di rumah duka, di Jalan Bank Raya I, Kecamatan Demang Lebar Daun, Rabu (22/4) kemarin, keluarga korban sempat memeriksa ponsel korban yang dikatakan pelaku sering digunakan korban untuk menggoda istri pelaku dan mengirimkan video porno. 

“Dari ponsel korban yang kami lihat, chat korban kepada istri pelaku  tidak ada mengirim foto dan video yang tidak wajar. Percakapannya sopan saja menggunakan kata panggilan ayuk adek. Jadi keterangan pelaku kepada media itu tidak benar,” ungkap Prof Isna Wijayani, selaku bibi korban. 

Sementara itu, pihak keluarga korban menduga ada kecembruan sosial yang terjadi antara korban dengan istri pelaku. Dimana korban selalu diajak pimpinan di tempanya bekerja dalam perjalanan keluar kota.

“Mungkin dia (istri pelaku) iri dengan korban karena tidak diajak dinas keluar kota, lalu cerita dengan tersangka yang memicu tindakan kriminal kepada a korban,” sambung Prof Isna.

Menurut Prof Isna, korban dikenal memiliki kepribadian yang baik dan tidak pernah ribut dengan orang lain.

“Sejak dia kecil hingga dewasa, saya kenal sama dia. Dia anak yang baik, tidak pernah ribut dan memang royal dengan uang dengan mentraktir teman-temannya,” ucap dia. 

Sementara itu, kakak perempuan korban, Lady Havivi mengatakan, jika sang adik merupakan anak yang baik dan ramah kepada keluarga dan orang lain. Dia menyesalkan kejadian pembunuhan yang merenggut nyawa adiknya itu. “Kita keluarga korban, berharap pelaku dihukum seberat-beratnya,” tegasnya. (kar) 

Powered by Blogger.