Enam Bulan Diburu Polisi

Tersangka RendyWijaya alias Kiting duduk di kursi roda usai diringkus Unit Tekab 134 Polrestabes Palembang (foto/do) 
- Rampok Sadis Ditembak Kaki

PALEMBANG, SP – Rendy Wijaya alias Kiting (28), warga Jalan Panca Usaha, Kelurahan 5 Ulu Kecamatan Seberang Ulu (SU) I, Palembang, ditembak kakinya sebanyak empat peluru oleh Unit Tekab 134 Polrestabes Palembang, Minggu (26/4) dinihari WIB. 

Kiting menjadi buruan petugas kepolisian lantaran dikenal sebagai rampok sadis yang tak segan melukai korbannya. Terakhir dia beraksi di Jalan Kapten A Rivai, Lorong Muawamah III, Kelurahan 26 Ilir, Kecamatan IB I Palembang, pada Selasa (9/7) pukul 23.30 WIB.

Korban bersama rekannya, Rendy, merampok kediaman korban dengan mencuri sepeda motor. Aksi keduanya dipergoki korban dan ayahnya, dan sempat berteriak. Tersangka pun kalap dan menusuk keduanya hingga mendapatkan perawatan di rumah sakit. 

“Tersangka merupakan DPO kami yang sudah enam bulan kami cari. Dia tergolong rampok sadis, tidak segan-segan melukai korbannya jika melawan. Ketika penangkapan, tersangka mencoba melarikan diri, terpaksa kita lumpuhkan,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Nuryono, melalui Kanit Tekab 134, Iptu Tohirin.

Ditambahkannya, jika kedua korban mengalami luka tusuk. Salah satu rekannya, lebih dulu tertangkap massa. Sementara Kiting berhasil kabur usai menusuk korban. “Berkat kerjasama kita dan anggota Polsek Tanjung Raja, kita berhasil meringkus tersangka, berikut barang bukti berupa sebilah senjata,” sambung Tohirin.

Sementara, Rendy Wijaya alias Kiting mengaku dirinya sebagai eksekutor sedangkan Rafli hanya sebagai pilot. “Saya bertugas memetik motor, sementara Rafli sebagai pengawas dari luar. Karena dipergoki dan diteriaki maling, kami mencoba menyelamatkan diri dan saya menusuk kedua korban, sementara Rafli sudah terkepung warga,” singkat tersangka. (do)

Powered by Blogger.