Dikeroyok, Anak dan Ayah Lapor Polisi

Korban saat membuat laporan ke SPKT Polrestabes Palembang (foto/do)
PALEMBANG, SP - Aldi Pratama (25) warga Lorong Amilin, Kecamatan Seberang Ulu II Palembang melapor ke SPKT Polrestabes Palembang, Selasa (21/4) kemarin. Dia mengaku bersama ayahnya, dikeroyok 10 orang. 

Diterangkannya, jika kejadian tersebut terjadi pada, Senin (20/4) malam, di Jalan DI Panjaitan Komplek Ruko, Kecamatan Seberang Ulu II kota Palembang. Bermula saat dirinya sedang berdagang dan melihat kalau jalan di tempat dagangannya tertutup oleh orang yang juga berdagang di lokasi itu.

Melihat hal itu, Aldi kepada pedagang di depannya untuk memajukan dagangannya sehingga tidak menutupi jalan ditempat dirinya berdagang. “Saya sudah menegur dia namun dia tidak begitu mendengarkan sehingga saya melaporkannya kepada pemilik ruko tempat kami berdagang, sehingga saat dirinya mendapatkan teguran langsung marah kepada saya,” katanya.

Kemudian, korban kembali mendatangi tokoh di tempat dirinya berdagang dan mengajak ayahnya untuk menegur pedagang di depan tokonya agar tidak menganggu.

“Saat itu orang yang ayah saya tegur itu tidak setuju dan marah-marah kemudian langsung menarik ayah saya kebelakang, dan saya berkata jangan sakiti ayah saya, kemudian saat itu kerabat pedagang tersebut datang dan langsung mengeroyok saya dan ayah saya, akibatnya ayah saya mengalami memar dibagian belakang nya begitu juga dengan saya mengalami memar di tangan dan kepala,” katanya.

Tidak terima dirinya menjadi korban pengeroyokan, akhirnya Aldi mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polrestabes Palembang untuk membuat laporan Selasa, (21/4). Sementara itu, Kepala SPKT Polrestabes Palembang, AKP Heri membenarkan adanya laporan penggeroyokan yang dialami korban. (do)

Powered by Blogger.