Dampak Pandemi Covid-19 PLN Alami Kerugian

 
PALEMBANG, SPTurunnya volume penggunaan listrik terutama di sektor industri hingga 10 persen sejak Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), menyebabkan PT PLN Wilayah Sumatera Selatan Jambi dan Bengkulu (S2JB) mengalami kerugian.

Senior Manager SDM dan Umum PLN IUW S2JB,  Ferry Bawan mengatakan, pandemi Covid-19 juga memberikan dampak terhadap perekonomian yang juga berimbas kepada PLN. Seperti dari sisi penggunaan listrik yang berkurang. 

"Penggunaan listrik turun 10 persen. Penggunaan listrik sebelum adanya pandemi Covid-19 ini pada pemakaian puncak 333 Mega Watt (MW), sekarang menjadi 300 MW," katanya, usai memberikan bantuan paket penunjang kesehatan untuk wartawan, Selasa (23/4/2020).

Turunnya volume pemakaian listrik tersebut karena banyak tutupnya mall juga hotel. Ferry mengakui, jika sektor industri, bisnis dan usaha menjadi penopang pendapatan terbesar PLN sejauh ini. "Meskipun demikian, konsumsi rumah tangga cenderung naik karena ada pekerja yang Work From Home (WFH)," katanya. 

Ferry mengatakan, sejauh ini total kerugian belum dihitung tapi salah satunya saja kontribusi pemberian listrik gratis dan diskon selama April hingga Juni. Untuk wilayah Sumsel, untuk pengguna listrik 450 VA yang digratiskan dalam penanganan Covid-19 ini dengan total bayar Rp35 miliar. Sedangkan daya 900 VA diskon 50% dengan total bayar Rp10 miliar. 

"Total perbulan potensi yang hilang sekitar Rp45 miliar untuk meringankan masyarakat membayar listrik, ini selama tiga bulan," katanya. 

Ia mengatakan, meskipun Kota Palembang nantinya akan menerapkan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB), namun PLN menjamin penyaluran tenaga listrik aman. Meskipun di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini pemakaian listrik menurun.

"Walaupun dengan nanti PSBB, PLN tetap menjamin keberlangsungan penyediaan listrik. Kami, pegawai dan ahli daya dalam menanggulangi gangguan aliran tetap bekerja 100 persen. Kami juga memastikan aliran listrik tetap dinikmati masyarakat walapun kami juga harus membatasi kegiatan kami di lapangan," katanya. (Ara)

Powered by Blogger.