Dampak Covid-19 Sasar Bisnis Ekspedisi

Layanan pengiriman paket di JNE  yang ada di Palembang. (foto: Ara)
PALEMBANG, SP - Pamdemi Covid-19 memberikan dampak ke segala sektor termasuk ekspedisi. Hal ini menghambat proses jasa pengiriman yang dilakukan sejumlah bisnis ekspedisi di Indonesia. 

Branch Manager JNE Cabang Utama Palembang, Muhammad Daud mengatakan, pihaknya telah memberikan infomrasi kepada pelanggan terkait proses pengiriman akan sampai tepat waktu, terutama pengiriman untuk wilayah timur. 

"Karena corona semua airlanes batal, hanya seminggu dua kali dan itu hanya cargo yang tidak bisa diandalkan. Jadi pengiriman makanan yang penting tepat waktu hanya ke Jabodetabek, Bandung, Purwakarta, walaupun daerah zona merah. Tapi bisa masuk menggunakan mobil logistik. Wilayah sana kita jamin makanan ready waktu sampainya," katanya. 

Menurutnya, meskipun menerima pengiriman ke Indonesia bagian timur, pihaknya sebelumnya sudah memberitahu konsumen tidak menjanjikan sampai paket dalam satu hari. Sebab masalahnya, di Jakarta pengiriman ke luar daerah ada pembatasan. Solusinya, JNE harus lakukan charter beberapa pesawat ke wilayah timur khusus.

"Layanan charter sudah lama, tapi kita tidak menjanjikan waktu. Ditakutkan makanan yang tidak bertahan satu hari basi. Jadi JNE stop, tetapi kita sampaikan tetap tidak membatasi pengiriman hanya sudah diperingati kalau pesan ke daerah contoh Makassar ada keterlambatan," katanya.

Kendati ada penurunan pesanan hingga 30 persen, JNE mengupayakan untuk tidak memutus kerja karyawan dan bahkan berusaha memberikan kenaikan gaji. Karena memang setiap tahun ada evaluasi pegawai dari manejemen dalam mempertimbangkan income pendapatan.

"Dalam kondisi ini untuk pengiriman paket memang terjadi penurunan sampai 30 persen, baik itu barang juga pengiriman makanan seperti pempek," katanya. 

Sementara itu, Supervisor Pempek Noni 168 Palembang Wilayah Kapten A Rivai dan Radial, Chintami mengatakan, sejak Pandemi Covid-19 dan kebijakan social distancing terjadi, pihaknya mengalami penurunan pemesanan pempek ke luar Palembang hingga 80 persen.

"Penjualan turun drastis karena daya beli masyarakat sudah berkurang, dan pengiriman pempek hanya sekitaran Jawa saja," katanya. 

Dalam kondisi seperti saat ini, pemesanan lebih banyak melalui online ketimbang pesanan secara langsung dari konsumen. Padahal omzet tertinggi biasanya berasal dari pembeli yang membawa paket pempek untuk oleh-oleh ke luar kota.

"Pengiriman online masih ada, tapi susah juga karena penerbangan sekarang terbatas untuk pengiriman ekspress. Hanya ke Jabodetabek saja yang masih menjamin paket sampai tepat waktu. Itu pun masih khwatir karena beberapa daerah udah PSSB," katanya. (Ara). 

Powered by Blogger.