"Cover" 108.000 Rumah Tangga

Bupati Banyuasin, H. Askolani Terjun Langsung Membagikan Masker ke Masyarakat
- Pemkab Banyuasin siapkan Rp 512 Miliar

BANYUASIN, SP – Pemerintah Kabupaten Banyuasin mengalokasikan anggaran sebesar Rp 512 miliar hasil dari penyisiran anggaran yang sudah ada tahun 2020 ini untuk penanggulangan dan pencegahan virus covid-19.

Dana tersebut diperuntukkan penyemprotan dis infectan, pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis, pembelian 300.000 Masker serta untuk mengcover kebutuhan sembako sebanyak 108.000 rumah tangga yang tersebar di 288 desa, 17 Kelurahan dalam 21 Kecamatan. 

Rencananya bantuan bahan makanan pokok ini akan dibagikan satu minggu menjelang bulan suci ramadhan 1441 H.

Bupati Banyuasin, H. Askolani Memasang Masker kepada Salah Satu Warga
Bupati Banyuasin, H Askolani, mengungkapkan, rumah tangga yang akan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Banyuasin tentu rumah tangga yang tidak masuk dalam program PKH. Karena peserta KPH sudah mendapat secara reguler dari Pemerintah Pusat.
"Total sekitar 91.000 rumah tangga yang menjadi tanggung jawab Pemkab Banyuasin dan untuk antisipasi yang belum terdata, kita siapkan cadangan 20 persen atau sekitar 18.000 rumah tangga yang terdampak karena virus covid-19 ini, jadi total 108.000 rumah tangga", ungkap, Askaloni, Sabtu, (11/4).

Dijelaskannya, dana tersebut diambil dari anggaran pembangunan fisik yang belum proses lelang dan dana perjalanan dinas, anggaran pemeliharaan kantor dan mobil dinas serta dana fokir anggota dewan, dan lain-lain.

“Awalnya kita dapat Rp 48 miliar, lalu, Rp 92 miliar, selanjutnya, dana PHK Rp 84 miliar, anggaran BSP Rp 90 miliar, dana desa Rp 90 miliar disisihkan 30 persen. Semuanya, di konsentrasikan untuk penanganan covid-19 dan dampak covid -19 bagi masyarakat termasuk kebutuhan bahan pokok", jelasnya.

Dana sebesar Rp 512 miliar, lanjut Askolani, statusnya cadangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama 4 bulan April-Juli 2020. Jika wabah covid-19 ini sudah reda dan kondisi kembali membaik maka dana yang sudah disiapkan akan dikembalikan ke kas daerah. “Proyek fisik seperti jalan, jembatan dan lainnya yang belum kontrak, distop semua. Kecuali yang sudah dikerjakan itu tetap jalan. Jadi kalau jalan yang tadinya mau dibangun tetapi di tunda harus dimaklumi,“ ujarnya.

Askolani menambahkan, pihaknya ingin semua masyarakat Kabupaten Banyuasin selamat, dan Banyuasin sendiri zero korban virus covid-19 sehingga berbagai upaya akan dilakukan. “Saya bersama jajaran Pemkab Banyuasin, TNI dan Polri tidak henti-hentinya menghimbau masyarakat untuk mengikuti himbauan pemerintah, jaga jarak, pakai masker bahkan lebih baik berdiam di rumah jika tidak terlalu penting. Ini demi Banyuasin demi kita semua“, taambahnya.
Diketahui, Pemerintah Kabupaten Banyuasin sudah menyiapkan 300.000 masker yang akan dibagikan keseluruh masyarakat Banyuasin secara gratis. Pembuatan masker yang melibatkan peserta pelatihan di Balai Latihan Kerja Disnakertran dan puluhan KUBE di Kecamatan Tanjung Lago ini sebagian sudah disebar langsung oleh Bupati Banyuasin, H. Askolani, di mulai dari Kecamatan Betung, Suak Tapeh dan Kecamatan Banyuasin III. (Adm)

Powered by Blogger.