BPJS Tenagakerjaan Terapkan Lapak Asik

Ilustrasi (foto/net)
PALEMBANG, SP - Guna mengantisipasi terjadinya penyebaran Covid-19, BPJS Ketenagakerjaan Kota Palembang menerapkan Pelayanan Tanpa Kontak Fisik (Lapak Asik). 

Kepala Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Kota Palembang, Ruszian Dedy mengatakan, pelayanan Lapak Asik telah diterapkan sejak 23 Maret lalu. 

“Pandemi Covid-19 ini pemerintah mengharuskan setiap orang melakukan social distancing, maka kita menerapkan layanan lewat online,” ungkapnya kepada Sumsel Pers, Selasa (7/4/2020). 

Dijelaskannya, dengan diterapkannya Lapak Asik tersebut menjadikan setiap orang bisa melakukan layanan online dari rumah masing-masing untuk klaim Jaminan Hari Tua (JHT). 

"Layanan online bisa dilakukan melalui website antrian.bpjsketenagakerjaan.go.id atau melalui aplikasi BPJSTKU, dan pastikan peserta mengisi biodata dengan benar," katanya. 

Menurut Dedy, adanya penerapan layanan online menjadikan jam kerja tidak ada batasan. 

"Untuk saat ini layanan online kuotanya kami batasi yaitu dalam satu hari hanya sebanyak 50 orang, tapi jika terus membludak tidak menutup kemungkinan kuota akan kami tambah," katanya. 

Lanjutnya, setelah daftar online peserta diharuskan mengunggah file dokumen yang diperlukan melalui email masing-masing, lalu setelah itu dokumen tersebut akan di verifikasi oleh petugas. Lalu status pengajuan klaim akan di informasikan melalui e-mail/WhatsApp/telepon/SMS.

"Jika dokumen yang di unggah gagal maka peserta datang ke kantor kami sesuai dengan jadwal nomor antrian online tersebut," katanya.

Tak hanya itu saja, untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19, pihaknya juga akan melakukan pengecekan suhu tubuh, dan memberikan cairan hand sanitizer kepada peserta yang datang ke BPJS tenagakerjaan. 

"Setelah berhasil di verifikasi maka dokumen peserta akan di masukkan kedalam Dropbox dan status pengajuan klaim JHT akan diinformasikan melalui email/WhatsApp/telepon/SMS," katanya.

Dengan diterapkannya Lapak Asik pihaknya berharap bisa menghindari penyelenggaraan Covid-19 baik untuk petugas maupun peserta BPJS tenagakerjaan yang ada. 

"Kami masih menunggu perintah sampai kapan Lapak Asik ini kami terapkan," katanya.

Sementara itu, untuk program Jaminan Hari Tua (JHT) pada Januari 2020 ada sebanyak 3.000 orang yang mengajukan pencairan dengan total uang sebesar Rp30,2 miliar, sedangkan di bulan Maret 2020 ada sebanyak 3.100 perserta dengan total uang sebesar Rp 34,1 miliar. 

"Karena Pandemi Covid-29 ini mungkin akan ada penurunan jumlah pengajuan," ujarnya. (Ara)

Powered by Blogger.