Wabup Buka Festival Desain Motif Batik Khas Lahat

Wakil Bupati Lahat H.Herianto.SE.MM Pose Bersama Usai Pembukaan Festival Desain Motif Batik Khas Lahat di Gedung Kesenian Setempat.(foto/KH. Helmi)
LAHAT, SP - Menyemarakan HUT Kabupaten Lahat ke-151 tahun 2020, Pemkab Lahat menggelar festival desain motif batik yang diharapkan dapat meningkatkan kecintaan dan kepedulian serta melestarikan batik khas Lahat. 

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Lahat H. Herianto.SE.MM pada saat membuka lomba Festival Batik, Senin (16/3) di Gedung KesenianLahat.

"Batik ini salah satu ciri khas bangsa Indonesia yang saat ini terus dikembangkan dengan pemakaian batik pada saat berkativitas di kantor, dan menghadiri acara-acara resmi,” jelasnya.

Tentunya kata Wabup dukungan pemerintah tentu harus ada, salah satunya melalui festival desain batik yang baru pertama kali diadakan di Bumi Seganti Setungguan yang melahirkan motif asli Kabupaten Lahat yang nantinya menjadi ciri khas batik asli Kabupaten Lahat.

"Tentu akan kami dukung melalu pemakaian batik khas Lahat di kantor pemerintahan, sekolah dan juga pada kantor-kantor perusahaan di Kabupaten Lahat,” tegasnya .

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lahat Lidyawati Cik Ujang SHut mengatakan, batik adalah budaya Indonesia yang harus kita jaga dan lestarikan cagar budaya yang telah mendunia ini serta tidak termakan waktu oleh zaman, dalam perkembangannya, setiap daerah harus memiliki motif atau corak batik lebih sebagai ciri khasnya.

"Diharapkan Kabupaten Lahat mempunyai batik khas Lahat dengan motif batik yang elegan dan bernilai seni dengan sumber inspirasi yang mendukung kearifan lokal," ungkapnya.

 Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lahat, H Safrani SH mengatakan, tujuan dan maksud diadakannya festival ini adalah sebagai wadah untuk berkreasi dalam menciptakan berbagai motif batik.

"Festival ini antara lain untuk menggali potensi ide kreatif dari masyarakat, untuk meningkatkan kecintaan kita terhadap pelestarian budaya batik, dan motif batik sebagai kearifan lokal guna meningkatkan promosi pariwisata Kabupaten Lahat, supaya dikenal oleh masyarakat baik tingkat nasional maupun internasional," ungkapnya.
Safrani mengatakan festival diikuti 67 orang mereka adalah utusan desa dalam Kabupaten Lahat, pelajar dan mahasiswa serta masyarakat umum.

"Kepada peserta yang terpilih menjadi pemenang akan diberikan uang pembinaan tropi dan piagam penghargaan. Untuk dewan juri kami datangkan langsung dari Yogyakarta, Palembang dan Lahat," ungkapnya.

Ia mengatakan melalui kegiatan festival ini diharapkan peserta mampu menciptakan beragam desain motif batik khas serta nantinya dapat mengaplikasikan desain tersebut dalam bentuk kain sehingga diperoleh kain batik Lahat. (KH.Helmi)

Powered by Blogger.