Sehari, Jono Produksi 5.520 Tahu Berformalin

Tahu Berformalin Yang Diproduksi Jono Dan Siap Diedarkan Di Sejumlah Pasar Di Kota Palembang (foto/ist)
- Pengedar Kosmetik Ilegal Diringkus

PALEMBANG, SP – Jono (48) warga Jalan Sosial Lebak Jaya Kelurahan Sukabagun Kecamatan Sukarami diamankan jajaran Subdit 1 Indagsi Ditreskrimsus Polda Sumse, Minggu (8/3) malam. Jono diringkus saat hendak mengantar pesanan tahu berformalin.

Tersangka tak berkutik ketika anggota kepolisian dari Polda Sumsel menghampiri mobil pick up yang dibawanya untuk mengangkut ratusan tahu berformalin di Pasar Alang-alang Lebar KM 12 Palembang.

Petugas langsung mengambil sampel tahu yang dibawanya. Hasilnya, tahu yang diproduksinya sendiri itu mengandung formalin, zat berbahaya yang bisa membahayakan nyawa manusia. Tak ayal, dia pun dibawa ke Mapolda Sumsel.

Saat dihadirkan dalam ungkap kasus di halaman Mapolda Sumsel, Senin (9/3) kemarin Jono mengakui jika dia memproduksi sendiri tahu berformalin itu untuk meraup keuntungan sebanyak-banyaknya.

“Kalau tidak pakai formalin tahu yang saya produksi tidak tahan lama. Jadi sengaja saya kasih formalin ke dalam ember yang berisikan tahu siap jual. Saya tau kalau perbuatan saya ini adalah salah,” ujar Jono menyesali perbuatannya.

Dia menambahkan bisa memproduksi tahu dengan jumlah 5.520 butir tahu tahu berformalin yang dia edarkan di sejumlah pasar yang ada di Kota Palembang. “Pedagang tahu kalau jualanan saya ini tidak sehat,” aku dia.

Untuk kasus yang berbeda, Ditreskrimsus Polda Sumsel juga mengamankan penjual kosmetik ilegal berformalin yakni Fitri Aprianti (32) warga Jalan Sultan Agung Lorong Kepur Kelurahan 1 llir Kecamatan Ilir Timur 1 Palembang.

Polisi berhasil mengamankan ribuan berbagai produk kosmetik pembersih muka jerawat lipstik, menguruskan badan, salep dan cream. Tersangka mengaku sudah dua tahun memjual kosmetik online. 

Sementara, Direskrimsus Kombes Anton Setiawan didampingi Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Suryadi mengatakan kedua tersangka ditangkap karena menjual kosmetik ilegal tanpa surat edar dan menjual tahu basah menggunakan formalin sebagai pengawet. 

“Kedua tersangka dijerat dengan Undang-undang tentang kesehatan pasal 136 untuk tersangka Fitri Aprianti serta Undang-undang No 29 Tahun 2017 tentang pangan untuk tersangka Jono," kata Kombes Anton Setiawan. (fan)

Powered by Blogger.