Segera Ada Tersangka

Kejari Banyuasin, Mohammad Jeffri SH MH menggelar jumpa pers terkait perkembangan kasus pungli uji tera di Banyuasin (foto/adm)
- Kasus Pungli Uji Tera 

BANYUASIN, SP - Dugaan kasus pungutan liar (pungli) uji tera yang dilakukan oknum pegawai di Dinas Koprindag Banyuasin dan Metrologi Kota Palembang mulai diselidiki oleh Kejari Banyuasin. 

Bahkan, pihak Kejari Banyuasin saat ini sudah melakukan peningkatan status penyelidikan karena mereka mengklaim sudah memiliki bukti-bukti yang cukup kuat untuk mengarah ke tahap penetapan tersangka.

Kepala Kejari Banyuasin Mohammad Jeffri SH MH menjelaskan bahwa hasil penyelidikan kasus uji tera yang dilakukan pihaknya dalam beberapa bulan ini membuahkan hasil dan akan ditingkatkan ke penyidikan.

“Kita akan menetapkan nama-nama tersangka yang terlibat dalam kasus ini, itu kita lihat dari hasil perkembangan penyidikan kedepannya,” ujar Kejari Banyuasin saat menggelar jumpa pers di Kantor Kajari Banyuasin, Senin (09/03) kemarin.

Jeffri yang didampingi Kasi Intel Habibi SH dan Kasi Pidsus Budi Mulia SH menjelaskan kewenangan uji tera ulang ini bisa dilakukan Kabupaten atau Kota. Sebelumnya kewenangan itu ada di Badan metrologi Provinsi Sumsel.

Sementara, pada tahun 2017 dilakukan MoU uji tera antara Kabupaten Banyuasin dengan Kota Palembang. “MoU ini dilakukan karena Pemkab Banyuasin belum memiliki alat tera dan SDM juru tera,” sambung dia.

Namun di tahun 2018 terbitlah peraturan daerah (perda) terhadap retribusi tera. Terang Jeffri, Pemkab Banyuasin melegalkan melalui Perda pernarikan terhadap Tera. Menurut dia, seharusnya dana yang didapat dari uji tera ini masuk ke kas Pemkab Banyuasin. 

“Hasil keterangan dari para pemohon tera, kami menemukan indikasi yang mengakibatkan kerugian keuangan negara dengan modusnya pungutan liar,” pungkas dia. (Adm)

Powered by Blogger.