Ribuan Desa Terlambat Lengkapi Administrasi DD

Kepala Dinas PMD Provinsi Sumsel, Yusnin saat diwawancarai, kemarin, (foto/lan)
PALEMBANG, SP – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Sumsel, Yusnin mengatakan, dari 2.853 desa yang ada di Sumsel, baru 100 diantaranya yang menerima pencairan dana desa (DD) tahap 1.

Minimnya pencairan dana desa tersebut lantaran banyak desa yang terlambat melengkapi adminitrasi pencairan DD tersebut. 

“Banyak desa yang belum disalurkan atau dicairkan DD di Provinsi Sumsel karena terlambat melengkapi administrasi,” ungkapnya kepada Sumsel Pers, Selasa (17/3/2020).

Dijelaskannya, sejumlah perlengkapan yang kurang dilengkapi desa tersebut telah diatur dalam Peraturan Kepala Daerah (Perkada) baik Bupati maupun Walikota, surat kuasa pemindah bukuan dan peraturan desa tentang Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes).

“Akibat lambatnya proses administrasi yang dilakukan desa ini, baru 100 desa yang menerima pencairan dana desa tahap I. Untuk 2.753,desa lainnya belum bisa dicairkan,” terangnya. 

Menurutnya, jumlah dana desa tahun 2020 untuk 2.853 desa yang ada di Provinsi Sumsel sebesar Rp1,59 triliun. 

"Untuk 100 desa yang telah dicairkan dana desa tahap I sebesar Rp4 miliar," ungkap Yusnin.
Yusnin menambahkan, 100 desa yang telah menerima dana desa untuk tahap I ini tersebar di 3 kabupaten yang ada di Provinsi Sumsel. 

"Ketiga kabupaten tersebut yaitu Kabupaten Ogan Ilir (OI), Musi Banyuasin (Muba) dan Musi Rawas (Mura)," katanya.

Yusnin menjelaskan, pihaknya sudah meminta kepada semua pihak termasuk kepala desa, camat dan bupati atau walikota segera mempercepat melengkapi persyaratan administrasi pencairan DD. 

"Harapan kami bisa dilakukan secepatnya, mengingat pemerintah pusat juga terus mendesak hal ini," jelasnya. (Lan)

Powered by Blogger.