PT SMS Terapkan Protokol Pengamanan Covid 19

Sekretaris PT SMS, Andrei Utama
PALEMBANG, SP - Perusahaan BUMD milik Pemerintah Provinsi Sumsel berupa PT Sriwijaya Mandiri Sumsel, (SMS), menerapkan protokol pengamanan virus covid 19 berupa aturan ketat sistem kerja pegawai dan peneriman tamu, yang bertujuan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau covid-19. 

Seketaris Perusahaan/ Corporate Secretary, PT SMS M. Andrei Utama. Mengatakan, langkah ini sebagai upaya antisipasi merebaknya penyebaran virus corona yang sudah bergejolak diberbagai negara dan daerah Indonesia, termasuk di Palembang dan sekitarnya. Keputusan tersebut merupakan bentuk kepatuhan PT SMS terhadap kebijakan pemerintah untuk menghambat penyebaran covid-19. 

“Kita bersama-sama, saling tolong menolong, dan bersatu padu, gotong royong, kita ingin ini menjadi sebuah gerakan masyarakat agar masalah covid-19 mampu diantisipasi dengan maksimal”, kata Andrei, Rabu, (19/03).

Menurutnya, langkah ini sebagai wujud kepedulian PT SMS, melalui Direktur Utamanya dalam pencegahan, tindakan Preventif lain yang dilakukan, berupa pengecekan suhu tubuh kepada seluruh pegawai setiap masuk dan pulang kerja, begitupun dengan tamu yang masuk dan keluar kantor PT SMS, dicek dengan thermometer infrared, dan cuci tangan dengan handsanitizer disetiap pintu, serta menyiapkan masker untuk seluruh pegawai dan tamu.

"Untuk perlindungan maksimal, kami telah menyemprotkan cairan desinfektan di kantor, dan ruang-ruang kerja, sehingga penularan virus corona akan semakin diminimalisir, karena kami sangat prihatin dengan kondisi ini”, jelasnya.

Andrei menambahkan, pihaknya juga menerapkan upaya preventif umum, yang mana pegawai beserta keluarga harus selalu meningkatkan kondisi kesehatan dengan cara memperhatikan personal hygiene, mengkonsumsi makanan sehat, bersih, dan bergizi, serta mengkonsumsi multivitamin yang ditunjang olahraga rutin. “Atas perintah Dirut, (Sarimuda:Red), bagi yang pegawai yang suhu tubuhnya diatas 38 derajat maka harus dipulangkan dan dianjurkan ke dokter untuk segera mendapatkan tindakan untuk antisipasi”, tambahnya. (hmy)

Powered by Blogger.