PP Ancam Prapradilkan Polres Lubuklinggau

Massa Pemuda Pancasila (PP) Menggeruduk Kantor Kejari Lubuklinggau Mereka  Memprotes Penahanan Zarghifari Keuua HIPMI Muratara Sekaligus Kader PP
- Protes Penahanan Zarghifari  

LUBUKLINGGAU, SP- Ratusan massa Pemuda Pancasila (PP) mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari)  Lubuklinggau mereka memprotes penahanan Zarghifari, Ketua HIPMI Musi Rawas Utara (Muratara) sekaligus anggota Pemuda Pancasila.

“Kami Ormas Pemuda Pancasila mewakili PP 17 kabupaten kota di Sumsel memprotes penahanan Zarghifari. Kami menilai penahanan itu tidak adil,” kata Charman perwakilan PP, saat menyampaikan orasi di halaman Kejari Lubulinggau,  Senin (9/3/2020).

Charman mengatakan perselisihan antara Zarghifari dengan oknum di Kejari Lubuklinggau terjadi di Hotel Daffam beberapa waktu lalu yang berbuntut pada penahanan terhadap Zarghifari.

Dikatakannya, aksi ini merupakan bagian dari solidaritas sesama anggota Pemuda Pancasila, mengingat Zarghifari sudah 15 hari ditahan. “Kami tidak akan mundur apabila ada kader-kader kami yang ditindas,” tegas Charman.

Aksi ini juga menyoroti kejadian di Hotel Daffam dimana ada oknum kejaksaan berada ditempat hiburan malam. 

“Jaksa adalah aparatur negara yang digaji negara, jaksa mempunyai aturan dan koridor hukum yang jelas bukan jaksa yang suka memaksakan kehendak, Jaksa dilarang mendatangi tempat hiburan malam demi menjaga marwa aparatur negera. Untuk itu menuntut agar tim pengawas menonaktifkan jaksa AG, tidak bisa dibiarkan jaksa AG semaunya saja mendatangi tempat hiburan malam,” ujarnya.

Sebelumnya beredar berita kalau oknum Jaksa berisinial AG melaporkan Zarghifari atas dugaan pengeroyokan di tempat hiburan malam Ibiza Hotel Dafam di Jalan HM Soeharto Kelurahan Lubuk Kupang, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, Kota Lubuklinggau.

Kejadian itu terjadi pada Kamis 23 November 2019, sekitar pukul 01.00 WIB, atas kejadiaan tersebut Zarghifari diamankan sesuai dengan Surat Perintah Penangkapan No. SP.Kap/28/II/2020/Reskrim tertanggal 20 Februari – 21 Februari 2020.

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Kita Lubuklinggau Faiq mengatakan, terkait tuntutan dari PP yang meminta dilakukan rekontruksi perkara, semuanya adalah kewenangan penyidik.

Mengenai kode etik, ada proses lebih lanjut melalui mekanisme di kejaksaan apakah kode etik itu akan dijatuhkan kepada yang bersangkutan atau tidak itu harus melewati proses di internal Kejaksaan. “Untuk perkara tersebut sampai saat ini tetap berlanjut, berkas sudah ada di kami dan sudah kami nyatakan PP1, berkasnya sudah lengkap. Pasal sangkaannya itu Pasal 170 ayat 1 KUHP, melakukan penganiayaan bersama-sama,” ujarnya.

Sementara itu Chandra, Ketua Pemuda Pancasila Kota Lubuklinggau, mengatakan aksi mereka gelar merupakan aksi damai yang diikuti seluruh MPC di Sumatera Selatan untuk membela Zarghifari yang sekarang ditahan di Mapolres Kota Lubuklinggau, dengan tuduhan pengeroyokan terhadap oknum jaksa di tempat hiburan malam.

Berdasarkan keterangan dan alat bukti yang PP miliki, pihaknya yakin Zarghifari dak bersalah dan dasar hukum Zarghifari harus dikeluarkan. 

“Jika aksi kami hari ini (kemarin) tidak direspon dan tidak mendapatkan itikat baik untuk mengeluarkan saudara kami tersebut, kami akan melakukan aksi ketingkat yang lebih tinggi yaitu pada Senin depan di Kejati dan Mapolda Sumatera Selatan. Pada hari ini (kemarin) juga kalau tidak ada titik terang, rekan-rekan dari BPPH (Badan Penyuluhan Perlindungan Hukum) Pemuda Pancasila akan mengadukan masalah ini ke Propam dan mempraperadilkan Polres Lubuklinggau,” pungkas Chandra. (Epran)

Powered by Blogger.