Pelajar Ngamar di Penginapan, Ada Tisu Magic

Tamu penginapan terjaring razia di Bukit Makmur ternyata berstatus pelajar (foto/ist)
PALEMBANG, SP – Giat razia gabungan Polrestabes Palembang, TNI dan Satpol PP Palembang mengamankan sejumlah pasangan mesum, Minggu (8/3) dinihari WIB. Ironisnya, ada pasangan di bawah umur yang terjaring razia.

Pasangan itu diamankan di penginapan Bukit Makmur di Jalan Sultan Mansyur Nomor 60 kawasan Bukit Lama. Di dalam kamar No 205 itu, petugas mendapati seragam sekolah pramuka dan tisu magic.

Keduanya sempat menolak membuka pintu kamar penginapan saat petugas gabungan hendak melakukan pemeriksaan. Namun ketika diancam akan dipenjara, mereka pun rela membukakan pintu hingga membuat aparat penegak hukum.

Ternyata, di balik pintu kamar itu ternyata ada anak-anak yang masih di bawah umur sedang menginap di dalam penginapan. Petugas melakukan penggeledahan dan mendapati seragam sekolah yang mereka sembunyikan di bawah kasur.

Petugas sempat terkejut karena mereka mendapati tisu magic di dalam laci kamar hotel dalam kondisi kosong atau sudah terpakai. Tak ayal mereka berdua pun langsung dilakukan pendataan oleh petugas gabungan.

“Kami ngaku ke orang tua mau nginap ke rumah teman. Tapi kami tidur di sini (penginapan),” ujar pelajar wanita itu. 

Petugas gabungan pun menyisir kamar lainnya, disini petugas mendapati ada 4 pasangan muda mudi di dalam kamar 208. Mereka langsung diamankan karena diduga hendak melakukan pesta seks.

Sasaran razia selanjutnya adalah di café Dangdut di Jalan Residen Abdul Rozak Kecamatan Ilir Timur 2 Palembang. Disini petugas mengamankan puluhan minuman keras (miras) berbagai merk. Anggota mengamankan Budi Anggara (48) pemilik café dan miras.

Sementara, Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji melalui kasat Sabhara Polrestabes Palembang, Kompol Sutrisno mengatakan pasangan bukan muhrim yang terjaring razia akan dilakukan pendataan.

“Mereka yang terjaring razia kami bawa ke Polrestabes Palembang untuk dilakukan pemeriksaan dan pendataan. Untuk pasangan di bawah umur juga akan kami panggil orang tuanya,” singkat dia. (fan/Cr01)

Powered by Blogger.