Kalidoni Jadi Percontohan Penanganan Banjir

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang, Akhmad Bastari Yusak. (foto: Ara)
PALEMBANG, SP - Selalu jadi langganan banjir di musim penghujan, Kecamatan Kalidoni dibentuk sebagai pilot project dalam menanggulangan banjir oleh Gerakan Masyarakat Menolak Palembang Tenggelam (GMMPT).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang, Akhmad Bastari Yusak mengatakan, saat hujan dengan intensitas deras dan air meluap, dipastikan kawasan Kalidoni akan banjir.

"Sungai Buah tidak ada pompanisasi sebagai upaya penanggulangan banjir. Sejak beberapa tahun terakhir diminta CSR dari PT Pusri namun belum terlaksana hingga saat ini," katanya usai audiensi dengan Gerakan Masyarakat Menolak Palembang Tenggelam, Selasa (17/3/2020).

Bastari mengatakan, gerakan masyarakat ini disambut baik oleh Walikota Palembang. Mereka memiliki lima solusi diantaranya membuat masterplant penanganan banjir, mempercepat pengaliran air, optimalisasi pengolaan sampah dan penghijauan kembali, tidak ada sumbatan di aliran air.

"Hal ini dilakukan agar kawasan itu tidak banjir lagi dan menjadi contoh kawasan rentan banjir lainnya. Pemkot akan bantu pelaksanaan program tersebut melalui CSR," ujarnya.

Menurutnya, upaya penanganan banjir telah dilakukan pihaknya. Salah satunya berkurangnya titik banjir di Palembang yang awalnya 66 titik menjadi 33 titik banjir. Selain itu, lama genangan air yang sebelumnya paling lama 12 jam, sekarang menjadi 2 jam.

"Diantara 33 titik yang tersisa itu diantaranya kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Buah ini. Seperti Sapta Marga, Sekojo, Arif Sumiharjo. DAS Buah belum ada pompa, perencanaan pompanisasi pun sudah diberikan pada Pusri," katanya.

Ketua Gerakan Masyarakat Menolak Palembang Tenggelam (GMMPT), Sutinah Andaryani  mengatakan, butuh peran serta masyarakat dalam upaya penanganan banjir di Kota Palembang.

Project yang dibuat adalah membuat daerah percontohan dengan penanganan lima langkah solusi yang telah siap. Ditargetkan dalam tiga bulan kedepan sudah terlaksana.

"Rekomendasi kami dan walikota sama yakni Kalidoni. Setelah ini targetnya, satu dua pekan kedepan akan disurvei yang sebelumnya kerap terjadi banjir namun setelh diterapkan solusi itu diharapkan tidak lagi banjir," katanya. (Ara)

Powered by Blogger.