Istri Kencing Manis, Yanto Tega Perkosa Anak Kandung

Yanto, Tersangka Pemerkosaan Saat Diwawancara Awak Media, Kemarin (foto/ist)
OKU TIMUR, SP – Apa yang dilakukan Yanto (52) warga Desa Keromongan Kecamatan Martapura Kabupaten OKU Timur sudah melebihi dari sifat binatang. Bagaimana tidak, dia tega memperkosa anak kandungnya sendiri, sebut saja Melati (15).

Perbuatan bejat Yanto membuat Melati mengandung benih haramnya. Tersangka pun diringkus Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres OKU Timur pada Februari 2020 lalu di kawasan Banyuasin.

Dihadapan petugas, Yanto mengakui tindakanya yang tega memperkosa anak kandungnya tersebut. Yanto berkilah jika istrinya sudah delapan bulan terakhir tidak meladeni nafsu syahwatnya.

“Saya sudah absen delapan bulan terakhir ini bergaul sama istri karena istri saya itu sakit kencing manis. Saya tidak tahan menahan nafsu sehingga punya pikiran main sama anak saya sendiri,” ujar tersangka.

Hingga pada Agustus 2019 lalu sekira pukul 03.00 WIB dia menyelinap masuk ke kamar anak kandungnya itu. Birahi tersangka semakin memuncak ketika dia melihat baju tidur anaknya terbuka tanpa sengaja.

“Saya langsung tindih anak saya, dia kaget tapi saya paksa dia untuk berbuat mesum. Saya lepaskan pakaiannya satu per satu. Saya ancam dia pakai pisau untuk tidak berteriak dan langsung memperkosanya,” sambung tersangka. 

Usai berbuat itu, tersangka memberikan uang kepada anaknya itu sebesar Rp 100 ribu agar perbuatannya tidak dilaporkan kepada istrinya atau ibu kandung korban. Dia mengaku sudah tiga kali memperkosa anaknya itu.

Kapolres OKU Timur, AKBP Erlin Tangjaya SH SIk melalui Kasat Reskrim AKP M Ikang Ade Putra didampingi Kanit PPA Bripka Junaini menerangkan jika keluarga korban merasa curiga karena terlihat perubahan di bentuk tubuh korban.

“Ibu korban memaksa korban untuk bercerita apa yang terjadi sebenarnya. Sembari menangis korban mengaku telah diperkosa anaknya hingga mengalami hamil lima bulan. Ibu korban sendiri bersama keluarga korban membuat laporan ke Polres OKU Timur,” terang AKP M Ikang Ade Putra.

Ditambahkan Kasat Reskrim, jika korban diperkosa sebanyak tiga kali dan tersangka selalu mengancam mengunakan pisau sehingga korban ketakutan."Pelaku menggunakan pisau menodong anaknya, korban tak bisa berbuat banyak,” singkat dia. (fan)

Powered by Blogger.