Garuda - Sriwijaya Air Beri Potongan Harga 50 persen


PALEMBANG, SP - Wabah virus Corona (Covid-19) berdampak yang luar biasa pada berbagai lini kehidupan, tak terkecuali sektor pariwisata. Pemerintah pun tak tinggal diam melihat merosotnya sektor pariwisata karena banyak yang enggan melakukan perjalanan.

Untuk tetap menggairahkan pariwisata, pemerintah bekerjasama dengan penerbangan, seperti Angkasa Pura I dan II, Airnav Indonesia dan Pertamina sepakat memberikan insentif kepada maskapai penerbangan agar memberikan diskon harga tiket pesawat hingga 50 persen.

Pantaun Sumsel Pers di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Selasa (3/3) terlihat masih banyak masyarakat yang datang ke bandara untuk melakukan perjalanan keluar kota menggunakan pesaawat.

Manager Marketing Garuda Indonesia, Meisye Paulina Tambunan mengatakan, sesuai dengan arahan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pihaknya sejak Minggu (1/3) telah memberlakukan potongan harga tiket untuk sejumlah rute. 

Hal ini sejalan dengan keputusan pemerintah tentang skema pemberian potongan harga tiket ke 10 destinasi wisata yang akan dilaksanakan selama tiga bulan mulai 1 Maret hingga 31 Mei 2020. “Diskon berlaku untuk rute ke 10 destinasi wisata, yakni Batam, Denpasar, Yogyakarta, Labuan Bajo, Lombok, Malang, Manado, Silangit, Tanjung Pinang dan Tanjung Pandan,“ kata Meisye Paulina, ditemui di Bandara SMB II Palembang, Selasa (3/3).

Dikatakannya, pemberian potongan harga tiket hingga 50 persen itu berlaku untuk rute one way (satu arah) atau sebaliknya. ”Jadi kalau Garuda Indonesia yang kena diskon itu ada 26 rute satu arah ke 10 destinasi tersebut seperti Denpasar ke Palembang (P/P),” ujarnya.

General Manager Sriwijaya Air dan Nam Air Yudo Prihatin mengatakan, potongan harga tiket pesawat untuk maskapai Sriwijaya Air dan Nam Air belaku mulai Selasa (3/3) khusus untuk 10 rute tersebut.

“Untuk harganya tergantung rute masing-masing, seperti dari Palembang ke Yogya, sekitar Rp500 ribuan satu kali terbang, untuk PP sekitar Rp1 jutaan, “ katanya.

Ditambahkannya, untuk low factor saat ini masih terjangkau, apalagi hanya ada tiga maskapai yang punya jadwal penerbangan Palembang- Yogya yaitu, Lion Air, Ekspres Air, dan Srwijaya Air, hanya saja untuk Selasa (3/3) kemarin, Bandara Solo ditutup karena erupsi gunung merapi. “Untuk 10 destinasi kota ini kita ada target khusus, bagaimana supaya industrinya tetap bisa berjalan, tetap mobilitas, tidak ada ketakutan karena adanya wabah corona, “ kata Yudo.

Masih kata Yudo, karena di luar negeri banyak maskapai asing yang melakukan PHK karyawannya, karena ada rutenya yang tidak diterbangi lagi, seperti Singapore Airlines, Silk Air dan sebagainya. Termasuk perusahaan Korea dan Jepang, Air Asia juga rutenya ada yang sudah tutup.

“Dampak dari virus corona ini sangat besar sekali untuk Sriwijaya Air. Saat ini ada 12 kota ke China tidak bisa diterbangkan untuk sementara hingga 31 Maret, untuk selanjutnya kita belum tahu dari pemerintah seperti apa, yang jelas ada dampaknya, domestik sekarang juga mulai terasa,” ujarnya. (dkd)

Powered by Blogger.