Gabungan LSM dan Aktifis Ancam Demo


- Buntut Penangkapan Oknum LSM

PALEMBANG, SP
-  Sejumlah anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan aktifis Kota Palembang yang tergabung dalam Gabungan Aktivis dan LSM NGO OKP Menuntut Keadilan mengancam akan melakukan aksi demo di Kantor Kemenag Sumsel dan Mapolda Sumsel pada Kamis (12/3) mendatang.

Ancaman itu sebagai bentuk solidaritas mereka atas penangkapan Harry Marbawi (34), salah satu anggota LSM dan wartawan atas dugaan kasus pemerasan yang dilakukan Harry terhadap Kepala MTS Negeri 1 Palembang Drs Tugiono belum lama ini. Harry pun ditetapkan sebagai tersangka. 

“Ada proses yang kami anggap cacat hakum atas kasus yang menjerat saudara kami Harry. Jika pun dia melakukan pemerasan dan ditetapkan tersangka, kami minta Kepala MTS Negeri 1 Palembang juga ditangkap karena melakukan upaya penyuapan,” ujar Ketua Gabungan Aliansi dan LSM NGO OKP.

Dalam jumpa pers di Internasional Plaza Palembang, Minggu (8/3) kemarin menyebutkan jika kepala sekolah itu juga melakukan aksi kriminal dengan melakukan pungli terhadap anak didiknya. “Karena pemberi suap maupun penerima suap harus sama-sama ditahan, bukan hanya penerima saja,” tegas dia. 

Mereka meminta agar jajaran Polda Sumsel bertindak profesional dan mengutamakan keadilan dan meminta rekan mereka Harry yang sudah ditetapkan tersangka untuk dilepaskan dari segala tuntutan.

“Kami juga sepakat dan meminta agar penyidik juga dapat memproses hukum Kepsek MTS N 1 yang telah melakukan pungli,” pinta dia.

Sebelumnya, jajaran Provos Polda Sumsel meringkus oknum LSM, Harry di MTS Negeri 1 Palembang, Rabu (4/3) lalu sekira pukul 14.00 WIB. Harry diduga melakukan aksi pemerasan terhadap kepala sekolah setempat, Tugiono.

Harry yang juga berbekal kartu pers salah satu media di Sumsel ini diringkus setelah meminta uang kepada kepala sekolah sebesar Rp 3 juta. Harry diduga hendak membawa ke ranah hukum perihal pungutan liar (pungli) yang dituduhkannya kepada kepala sekolah itu. (Cr01)

Powered by Blogger.