Digitalisasi Perpustakaan Era Big Data

Penulis: Dianti Utami, Mahasiswi Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Adab dan Humaniora UIN Radeh Fatah Palembang.
Saat ini kita telah memasukki era big data, perkembangan data digital ini harus disikapi dengan bijak dan seksama bagi Indonesia dalam berbagai sektor, termasuk bidang perpustakaan.

Konsep dasar big data yang bisa menyederhanakan jumlah data dan bisa diakses dengan lebih muda harus menjadi perhatian bersama, terutama bagi perpustaan yang melakukan pengelolaan data yang cukup banyak dalam bentuk buku cetak saat ini.

Konsep big data yang diterapkan dalam sistem digitaliasi perpustakaan dinilai perlu dilakukan, baik bagi perpustakaan secara umum maupun perpustakaan perguruan tinggi di Indnesia.

Saat ini, konsep digitalisasi perlu menjadi pilihan utama yang dikembangkan pihak pustakawan dalam sistem pengelolaan data. Saat ini sudah waktunya bagi perpustakaan mulai menerapkan sistem digitaliasi perpustakaan sebagai bentuk menjawab tantangan zaman kemajuan teknologi saat ini.

Big data  adalah istilah umum untuk segala kumpulan himpunan data dalam jumlah yang sangat besar dan kompleks, sehingga menjadikannya sulit untuk ditangani atau diproses jika hanya menggunakan manajemen basis data biasa atau aplikasi pemproses data tradisional.

Terminologi big data sering dikaitkan dengan data science, data mining, maupun data processing. Namun, big data melibatkan infrastruktur dan teknik data mining atau data processing yang lebih canggih dari sebelumnya.

Dalam mengimplementasikan teknologi big data di suatu organisasi, ada 4 elemen penting yang menjadi tantangan, yaitu data, teknologi, proses, dan SDM. Keempat elemen penting ini harus menjadi perhatian, bagi pustakawan dalam pengelolaan dan peralihan perpustakaan dari manual menjadi berkonsep didigitalisasi.

Keempat elemen tersebut bisa diatasi dengan berbagai kebijakan dengan cara menambah staf khusus untuk pengelolaan data digital. Sehingga tantangan tersebut bisa diatasi dalam penerapan konsep digitalisasi perpustakaan, baik perpustakaan kampus maupun perpustakaan pada umumnya.

Banyak keuntungan yang didapatkan dalam penerapan konsep digitaliasi perpustakaan, seperti lebih efesien, tidak terjadinya penumpukkan buku dan lebih mudah dalam proses pencarian sumber ataupun buku yang diinginkan oleh pengjunjung perpustakaan.

Selain itu, perpustkaan kedepannya tidak harus memiliki gedung maupun lokal yang besar hanya untuk menyimpan buku dan ruang untuk meletakkan rak-rak buku yang ribuan bahkan jutaan jumlahnya. Dimana buku yang dalam jumlah besar tersebut diubah menjadi sistem digital. Satu data yang dimuat dalam komputer saja dinilai lebih efektif dan efesien untuk diterapkan.

Tentu penerapan konsep digtaliasi ini memerlukan dukungan dari berbagai pihak, terutama pihak terkait, baik pemeritah maupun pihak kampus sendiri jika ingin diterapkan di perpustakaan perguruan tinggi. Hal ini tidak terlepas dari dana yang terbilang cukup besar dalam proses peraihan digitaliasi, seperti keperluan penyediaan komputer bagi pengunjung, maupun peralihan data cetak atau print (buku) ke sistem data digital.

Saat ini, anak milenial akan cenderung lebih menyenangi teknologi, sehingga konsep penerapan perpustakaan digital juga sebagai upaya memacu anak muda untuk gemar mengunjungi perpustakaan, kemudian berefek pada peningkatakan minat literasi yang dimiliki generasi yang dikenal dengan sebutan anak millenial.

Fenomena big data pada dasarnya disebabkan karena meledaknya informasi yang terus berkembang. Perpustakaan sebagai salah satu penyedia informasi seharusnya lebih aktif lagi mengembangkan sistem pengelolaannya. Pustakawan sebagai pengelolanya perlu didukung penuh untuk mengembangkan diri menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.

Ke depannya, informasi di perpustakaan akan terus bertambah, data yang dimiliki juga akan semakin bertambah. Bertambahnya data ini perlu pengelolaan yang baik agar perpustakaan tetap memiliki eksistensinya sebagai penyedia informasi yang update dan mudah diakses. Maka, penerapan konsep big data di perpustakaan perlu diterapkan agar data yang terus bertambah di perpustakaan dapat diatur secara sistematis dan mengiktuti perkembangan zaman saat ini.

Powered by Blogger.