Buruh Cuci Terancam 10 Tahun Bui

Juriah, membantah jika dia pengedar narkoba di hadapan majelis hakim (foto/fly)
PALEMBANG, SP - Terdakwa dugaan menyimpan narkoba jenis sabu sebanyak tiga paket dengan berat keseluruhan 29,40 gram, Juriah alias Jur (32) menangis setelah menyampaikan pembelaan pribadi atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut terdakwa pidana penjara selama 10 tahun.

Dihadapan majelis hakim Pengadilan Negri Palembang Klas 1A khusus yang diketuai Abu Hanifah SH MH, Jumat (15/3) lalu, terdakwa didampingi penasihat hukumnya dalam agenda sidang pembelaan (pledoi), menyatakan bahwa dirinya menyanggah tidak mengetahui apa-apa terhadap apa yang dituduhkan JPU kepada dirinya.

"Saya hanya pembantu rumah tangga, ambil upah nyuci gosok baju juga, saya tidak mengetahui apa-apa terhadap tuduhan tersebut yang mulia, barang tersebut punya suami saya yang sekarang ntah ada dimana,” ungkap Juriah, warga Jalan Jaya Laksana SU 1 itu sambil menangis dihadapan majelis hakim.

Sebelumnya, JPU Kejati Sumsel Fajar Dian Pratama SH dalam agenda sidang pembacaan tuntutan beberapa waktu lalu menuntut terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana dalam dakwaan primer pasal 112 ayat (2) dan pasal 132 ayat (1) UU RI no 35 tentang narkotika. "Menuntut tedakwa dengan pidana selama 10 tahun, dengan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan,” ucap JPU kala itu.

Terhadap tuntutan itu, penasihat Hukum terdakwa Mawardi SH dan rekan mengatakan bahwa tuntutan tersebut tidak berlandasan hukum dan tidak seperti apa yang dituduhkan. 

"Karena berdasarkan fakta dalam persidangan tidak ada satu alat buktipun, baik bukti saksi dan bukti surat yang menyatakan terdakwa terbukti secara sah melakukan tindak pidana, justru fakta yang ada terungkap terhadap terdakwa hanyalah tuduhan belaka,” ujar Mawardi.

Oleh sebab itu, sambungnya, meminta majelis hakim untuk bersikap adil dan jeli dalam memutuskan perkara terhadap kliennya. Serta terhadap tuntutan tersebut dapat dipertimbangkan batal demi hukum karena tidak sesuai dengan fakta persidangan.

Setelah mendengarkan pledoi yang disampaikan terdakwa secara pribadi dan tertulis melalui penasihat hukumnya, majelis hakim menunda dan sidan akan digelar kembali hingga pekan depan dengan agenda pembacaan putusan (vonis) terhadap terdakwa. (Fly)

Powered by Blogger.