BI Perwakilan Sumsel Perkenalkan QRIS ke Awak Media

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Hari Widodo (tengah), di dampingi sejumlah petinggi perbankan lainnya di wilayah Provinsi Sumsel dan Kota Palembang saat menggelar media briefing, Kamis (12/3). (foto/ist)
PALEMBANG, SP – Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar kegiatan Pekan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) yang diselenggarkan serentak secara nasional di seluruh wilayah kantor BI, sejak 9 - 15 Maret 2020.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumsel Hari Widodo didampingi beberapa pimpinan perbankan se Kota Palembang seperti BRI, BCA, BSM, MANDIRI, OVO dan Link Aja. Dalam media briefing di lantai 2, Kantor Perwakilan BI Sumsel menjelaskan, QRIS merupakan standar QR Code untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik atau mobile banking.

“Pekan QRIS nasional serentak diselenggarakan di seluruh kantor perwakilan Bank Indonesia lainnya, yang mana target sosialisasi pekan QRIS nasional ini yaitu masyarakat umum, agen layanan keuangan digital, mahasiswa, dan merchant nasabah bank, sehingga dapat menyentuh semua sektor dan seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya saat menggelar media briefing, Kamis (12/3).

QRIS telah diimplementasikan sejak 1 Januari 2020 yang merupakan standar QR Code untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik atau mobile banking. Hal ini dilakukan sejalan dengan komitmen Bank Indonesia dalam pengembangan sistem pembayaran non tunai dan ekonomi digital.

“Jika sebelumnya konsumen menemui banyak pilihan QR Code saat melakukan pembayaran, saat ini cukup hanya dengan 1 QRIS saja sudah bisa melayani pembayaran dari semua aplikasi,” ujar Hari Widodo.

Menurutnya, QRIS merupakan tekhnologi yang menghubungkan dalam sistem pembayaran kepada pedagang, dan konsumen harus mempunyai akses seperti Gopay OVO, Link aja atau Mobile Banking yang bisa terhubung dengan Qris. Penggunaan QRIS yang mudah diperoleh dan manfaat penggunaannya akan menguntungkan penjual maupun pembeli.

"Penerapan QRIS ini bertujuan untuk mendorong efisiensi transaksi, mempercepat inklusi keuangan, memajukan UMKM yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi untuk Indonesia Maju," ucapnya.

Tujuan adanya QRIS ini tidak lain agar pembayaran digital jadi lebih mudah bagi masyarakat dan dapat di awasi oleh regulator dari satu pintu. Diakuinya, sosialisasi masih kurang, masyarakat masih banyak yang belum tahu mengenai QRIS.

"Kami menyadari perlu sosialisai, edukasi secara masif. Oleh sebab itu diharapkan seluruh masyarakat bisa tahu, manfaat, dan penggunaan QRIS," harapnya.

Di setiap acara itu kita akan mengajarkan bagaimana mendownload aplikasi hingga penggunaannya. Kami berharap betul masyarakat tahu akan penggunaannya. “Dalam satu genggaman semua transaksi bisa di lakukan dan tidak perlu repot membawa dompet,” tuturnya. (dkd)

Powered by Blogger.