Besok, Pemkot Palembang Operasi Pasar

Wawako Palembang, Fitrianti Agustinda Saat Memimpin Rapat Bersama Produsen Sembako Kota Palembang.
PALEMBANG, SP - Untuk menjaga stabilisasi harga komoditi bahan pokok dipasaran, Besok, Kamis, (12/03), Pemerintah Kota Palembang bekerjasama dengan Bulog Kanwil Sumsel akan menggelar operasi pasar di Kota Palembang, operasi pasar yang akan dilakukan ini dengan harga yang sudah ditentukan pemerintah.

“Besok, kita akan operasi di 18 pasar yang ada di Kota Palembang. Produk produk sembako seperti minyak, gula, terigu dan beras akan dijual sesuai dengan ketentuan harga dari pemerintah. Khusus, gula akan dijual seharga Rp 12.900 per kilogramnya. Operasi pasar ini rencananya serentak akan kita gelar sampai harga gula kembali normal untuk mengantisipasi kelangkaan sembako terutama gula”, kata Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda, usai rapat bersama produsen sembako dan instansi terkait dalam rangka menjaga stabilitas harga pangan/sembako di Pasar Kota Palembang, Selasa (11/03). 

Fitrianti Agustinda juga menghimbau kepada masyarakat agar kelangkaan gula dipasar jangan sampai membuat panik. Terlebih dengan banyaknya isu penimbunan sembako yang terjadi di ibu kota sebagai dampak wabah virus covid 19. 

"Kita undang 18 produsen sembako hari ini untuk sama-sama menjaga stabilisasi harga sembako di pasaran agar tetap stabil. Terutama untuk produk gula yang mulai mengalami kelangkaan sehingga harganya menjadi mahal di pasaran”, ujarnya. 

Fitri menambahkan, masyarakat Kota Palembang jangan panik dengan langkanya gula yang berimbas dengan naiknya harga gula di pasaran. Pasalnya berdasarkan data dari Bulog Kanwil Sumsel, ketersediaan stok gula yang ada di Bulog mencukupi untuk satu bulan kedepan. 

“Selanjutnya kita akan masuk musim panen gula tebu di akhir April dan Awal Mei. Jadi tidak ada kelangkaan itu”, tambahnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Palembang, Hardayani mengatakan, setiap hari pihaknya selalu melakukan pemantauan harga harga sembako di lima pasar tradisional yang ada di Kota Palembang. Dan memang kenaikan harga sembako ini terdapat di produk gula kemasan. Untuk menjaga ketersediaan gula dipasaran, masyarakat diminta untuk membeli sesuai dengan kebutuhan. Dengan begitu tidak akan terjadi kekosongan stok di toko maupun di pasar. 

“Apalagi bulan depan import gula dari negara lain, sudah masuk ke Indonesia sebesar 29.800 ton ditambah mulai masuk masa panen oleh petani gula tebu”, katanya. (hmy)

Powered by Blogger.