Tangkal Radikalisme dengan Bijak Bermedsos

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) H M Soleh Naim SE Menjadi Pembicara Pada Forum Diskusi  yang Digelar Polres Muba, (foto/ch@)
MUBA, SP - Polres Musi Banyuasin menggelar forum diskusi yang mengangkat tema pencegahan perkembangan dan pengaruh radikalisme di Kabupaten Muba dengan narasumber Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) HM Soleh Naim SE.

Hadir dalam fokus group diskusi yang diselenggarakan di Aula Alex Noerdin Mapolres Muba itu diantaranya Kepala Bagian Rencana Administrasi Polres Muba, Kompol Iwan Wahyudi SH MH, Kepala Dinsos Muba Drs H Ahmad Nasuhi SH MM, tokoh masyarakat, ketua masjid, Mahasiswa Poltek Sekayu, Kodim 0401 Muba, Koramil, Satgas Linmas Satpol PP, dan warga sekitar Polrestabes Muba.

Dalam kesempatan itu H M Soleh Naim SE mengatakan, untuk menangkal radikalisme dari perkembangan media sosial (Medsos) yang berkembang sangat pesat adalah dengan memfilterisasi diri dari setiap informasi yang didapat, menyikapinya dengan logis, dan dengan ilmu pengetahuan yang baik dan benar.

Cara pikir yang mulai negatif, akan menimbulkan radikalisme itu sendiri setiap informasi yang negatif di sebar oleh orang yang berpikiranya radikal, oleh karena itu kita sebagai penguna media sosial harus mengunakanya dengan baik," ungkapnya.

Ditambahkannya, agama juga merupakan filter yang baik dalam menangkal radikalisme dalam tanda kutip ceramah-ceramah, pendapat-pedapat yang benar, yang mengajarkan kebaikan dan kebenaran.

"Sekali lagi tidak semua media sosial itu penyebab radikal, akan tetapi sikap kita dalam bermedia sosialah di tuntut dengan baik, ketika kita tidak mengikuti perkembangan teknologi melalui medsos kita akan formasi kita akan ketinggalan," jelasnya.

Sementara, Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem SIK melalui Kabag Renmin (Kepala Bagian Rencana Administrasi) Kompol Iwan Wahyudi SH MH mengatakan, dengan forum diskusi ini diharapkan dapat mencegah paham radikalisme di Bumi Serasan Sekate.

"Pengaruh buruk radikalisme merupakan suatu pemahaman baru yang dibuat-buat oleh pihak tertentu mengenai suatu hal, seperti agama, sosial, dan politik, seakan menjadi semakin rumit karena berbaur dengan tindakan yang cenderung melibatkan kekerasan, dan pemahaman yang salah dalam berpikir serta memberikan solusi menghadapinya," ujarnya. (Ch@)

Powered by Blogger.