Lima Aspek Hadapi Era Disrupsi

Guru Besar Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya,  Nur Syam Saat Memberikan Materi Kuliah Iftitah Dihadapan Ratusan Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang, Rabu (12/2/2020). (foto:Kar
PALEMBANG, SP –  Guru besar Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya,  Nur Syam mengatakan, ada lima aspek yang harus diajarkan pada mahasiswa melenial agar bisa menghadapi era disrupsi saat ini. 

Lima aspek tersebut dinilai harus diajarkan dosen kepada mahasiswa agar bisa bersaing di era serba cepat dan penuh dengan teknologi canggih yang sering disebut sebagai era disrupsi. Lima aspek tersebut yakni penguassan nilai, keyakinan dan kepercayaan, indepedensi, kerjasama tim dan rasa peduli. 

“Kelima aspek ini harus diajarkan dosen kepada mahasiswa sebagai bekal menghadapi era disrupsi saat ini. Karena manusia memiliki keunikan, lima aspek ini adalah keunikan yang tidak bisa dimiliki oleh robot yang dipredikis akan mengikis pekerjaan manusia dikemudian hari,” ungkapnya usai memberikan kuliah iftitah di gedung akademik Center UIN Raden Fatah Palembang, Rabu (12/2/2020). 

Dijelaskannya, penguassan nilai harus dimiliki mahasiswa dengan cara memberikan karakter sebagai mahasiswa yang menempuh pendidikan agama seperti UIN Raden Fatah Palembang. Sementara aspek keyakinan dan kepercayaan bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa jika manusia merupakan sebaik-bainya ciptaan tuhan dan meyakini jika dunia hanya sementara. 

“Aspek independensi sendiri bertujuan agar mahasiswa bebas berfikir yang melahirkan inovasi dan bukan mengekakng mahasiswa yang berakibat sebaliknya,” ucapnya. 

Sementara itu, sambungnya, untuk aspek keempaty adalah kerjasam tim, negara Islandia menjadi negara nomor satu dalam bidang pendidikan di dunia katena menerapkan pola pendidikan kerjasama tim atau kelompok. Sebab, tidak ada prestasi yang paling baik selain prestasi kelompok. Dan doen dituntut untuk mengajarkan kerjasama tim kepada mahasiswa. 

“Aspek selanjutnya adalah peduli. Aspek peduli sesama ini bisa mengikis individualiasme dan meningkatkan rasa solidaritas antar sesama,” tegasnya. (Kar)

Powered by Blogger.